Merasa Lebih Muda? Alhamdulillah, Itu Pertanda Baik bagi Kesehatan Otak

MEPNews.id – Otak adalah organ paling rumit di tubuh kita. Semakin banyak dipelajari, semakin banyak pula pertanyaan yang muncul. Sejumlah ahli saraf yakin tentang belahan otak tertentu terkait dengan kondisi tubuh tertentu. Namun, makin banyak misteri antara lain mengapa ada orang mudah kena Alzheimer dan orang lain tidak. Banyak penelitian ilmiah yang akhirnya terbukti benar, namun banyak juga penelitian yang ternyata kurang tepat atau banyak informasi palsu tentang otak.

Yang pasti, menjaga agar otak Anda tetap segar dan sehat adalah sangat penting. Beberapa latihan tertentu terbukti cukup baik dapat mencegah efek penuaan. Sementara, seperti diulas Lindsay Dodgson dalam Business Insider edisi 7 Juli 2018, ada penelitian baru yang mungkin mengungkap rahasia lain untuk menjaga otak agas tetap muda. Menurut hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers di Aging Neuroscience, semua itu terkait dengan pola pikir.

Jeanyung Chey dari Seoul National University di Korea ingin menyelidiki hubungan antara usia otak yang subjektif dan usia otak yang nyata. Dia bersama tim merekrut peserta penelitian 68 orang sehat berusia 59 – 84 tahun. Setelah scan otak MRI untuk menganalisis jumlah materi abu-abu di berbagai area, mereka juga meminta peserta penelitian mengisi kuesioner tentang berapa usia dan apakah merasa lebih tua atau lebih muda. Mereka juga menilai kemampuan kognitif mereka dan kesehatan peserta penelitian.

Bagaimana hasilnya? Peserta penelitian yang mengaku merasa lebih muda daripada usia sebenarnya ternyata lebih mungkin mendapatkan skor lebih baik pada tes memori. Mereka juga tampaknya merasa diri lebih sehat dan cenderung lebih sedikit tertekan. Yang tak kalah penting, mereka yang merasa lebih muda ini juga mengalami peningkatkan volume materi abu-abu di gyrus frontal inferior dan gyrus temporal superior (kawasan otak yang terkait dengan bahasa, ucapan, dan suara).

“Penelitian kami menunjukkan, orang yang merasa lebih muda memiliki karakteristik struktural otak yang lebih muda,” kata Chey dalam pernyataan resmi. “Yang lebih penting, kondisi ini tetap kuat bahkan ketika kami memperhitungkan faktor-faktor lain, termasuk kepribadian, kesehatan subjektif, gejala depresi, atau fungsi kognitif.”

Para peneliti belum tahu pasti apakah karakteristik otak yang terasa lebih muda ini berpengaruh atau tidak pada usia subjektif seseorang. Mereka menduga, orang-orang yang merasa lebih tua mungkin lebih sadar akan proses penuaan otak masing-masing. Mungkin juga orang-orang yang merasa lebih muda lebih terlibat dalam aktivitas fisik dan mental serta menjalani kehidupan yang secara umum lebih menstimulasi dan meningkatkan kesehatan otak. Mungkin juga orang-orang yang merasa lebih tua telah menarik diri atau berhenti beraktivitas sehingga mempengaruhi kemampuan kognitif mereka.

“Maka, jika seseorang merasa lebih tua daripada usia sebenarnya, itu menjadi tanda untuk mengevaluasi gaya hidup, kebiasaan dan kegiatan yang dapat berkontribusi pada penuaan otak. Mereka selayaknya mengambil langkah-langkah untuk perawatan lebih baik demi kesehatan otak,” kata Chey.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.