Kampuh Welding Indonesia Tandatangani MoU dengan Pemkab Majene Sulbar

Mencetak Welder Profesional

MEPNews.id —- Penandatangan MoU oleh Direktur Kampuh Welding Indonesia, Ir. Moh Munir dan Bupati Majene Sulawesi Barat dan Kampuh Welding Indonesia dilaksanakan pada jumat (6/7). MOUdilaksanakan saat Bupati Majene Dr. H. Fahmi Massiara, MH bersama rombongan berkumjung ke kampuh Welding Indonesia Surabaya dan disambut oleh Direktur KampuhWelding Indonesia Moh.Moenir beserta jajarannya.

Bupati dan rombongan berkunjung untuk sharing tentang arah dan kebijakan Pemkab Majene dalam rangka peningkatan tenaga terdidik dan termpil dalam bidang pengelasan, Jumat (6/7).

Tidak hanya sharing tapi juga melakukan penandatanganan MOU Nota kesepahaman yang secara garis besar berisi kesepakatan dalam bidang pengelasan dengan Kampuh Welding Indonesia untuk membantu mendidik tenaga las profesional di Kabupaten Majene.

Hal itu diharapkan dapat membuka jalan bagi peningkatan kualitas tenaga kerja di Kabupaten Majene. Dengan demikian, masalah-masalah apa saja yang terjadi pada tenaga kerja terdidik dan terlatih di Kabupaten Majene tentunya semakin hari semakin lebih baik.

Peningkatan kualitas tenaga terdidik dan terlatih menjadi perhatian serius kami, diantaranya pemberian pelatihan dan peningkatan kompetensi berbagai bidang salah satunya pda bidang pengelasan ,” ujar Bupati Majene Fahmi Massiara , Jumat (6/7) di Kampuh Welding Indonesia Surabaya.

Pada acara kunjungan ke Kampuh Welding Indonesia Surabaya juga mengajak rombonganPimpinan DPRD, Staf Ahli Bupati, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Kepala Dinas Koperasi dan Perindustrian, Kepala UPTD BLK Kab. Majene.

Moh Moenir Direktur Kampuh Welding Indonesia mengapresiasi jajaran Pemkab Majene yang memiliki komitmen memajukan pendidikan dan pelatihan dan sekaligus meningkatkan kualitas tenaga kerja terlatih dan terdidik di Kabupaten Majene. Atas komitmen tersebut, Dirwktur KWI mengucapkan terimakasih atas kepercayaanya untuk bisa mendidik tenaga profesional bidang pengelasan di Kabupaten Majene.

Moh Moenir juga menyampaikan kepada rombongan sejarah Kampuh Welding Indonesia, Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) dalam Bidang Teknologi Las yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sebagai Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Swasta, KAMPUH WELDING INDONESIA telah memperoleh Sertifikat Verifikasi sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) Lembaga Sertifikasi Profesi LAS (LSP – LAS) dan Lembaga Sertifikasi Profesi Logam Mesin Indonesia (LSP-LMI) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). KAMPUH WELDING INDONESIA juga melaksanakan Kualifikasi/Sertifikasi yang bekerjasama dengan International Association of Classification Societies (IACS) Members, diantaranya Lloyd Register (Class LR) – Inggris, Nippon Kaiji Kyoukai (Class NK) – Japan. Selain dengan IACS Members, Kualifikasi/Sertifikasi juga dilaksanakan bekerjasama dengan Biro Klasifikasi Indonesia (Class BKI) – Indonesia.

Berdiri pada 26 Mei 2015 dengan nama KAMPUH INDONESIA WELDING SCHOOL hingga sekarang bertransformasi menjadi KAMPUH WELDING INDONESIA, Kampuh Indonesia Welding School Group yang terdiri dari KAMPUH WELDING INDONESIA dan KAMPUH WELDING CIKARANG berkomitmen untuk menjadi tempat pendidikan dan pelatihan sekaligus Tempat Uji Kompetensi (TUK) paling unggul di Indonesia dalam mencetak tenaga kerja bidang pengelasan yang kompeten dan bersertifikat baik nasional maupun internasional.

Salah satu hal yang melatarbelakangi pendirian KAMPUH WELDING INDONESIA adalah kebutuhan untuk juru las (welder) yang sangat tinggi, yang dituntut harus mempunyai kompetensi sesuai dengan serapan industri, baik itu kompetensi berlevel nasional maupun internasional.

IMG-20180707-WA0007

Pada akhir sambutan Moh Munir juga menyampaikan bahwa Selain melaksanakan program Pemerintah Indonesia, KAMPUH WELDING INDONESIA juga melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan baik BUMN maupun swasta untuk bidang pengelasan. Dengan program-program tersebut, Kampuh Welding Indonesia hingga saat ini sudah melatih dan mensertifikasi juru las (welder) sebanyak 650 juru las (welder).

Sebagai Corporate Member dari Asosiasi Pengelasan Indonesia (API) atau Indonesian Welding Society (IWS) dan Ikatan Perusahaan Produsen Kapal & Sarana Lepas Pantai Indonesia (IPERINDO), KAMPUH WELDING INDONESIA juga menjalin kerja sama dengan Industri Galangan Kapal, Alat Berat dan Konstruksi Sipil lainnya baik di dalam negeri maupun di luar negeri, serta beberapa perusahaan yang berhubungan dengan pengelasan, hal tersebut diwujudkan
dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama/MOU yang salah satunya hari ini dengan Pemkab Majene. Semoga kerjasama ini bisa meningkatkan kualitas SDM Kabupaten Majene untuk bisa menjadi Welder Profesional untuk Indonesia dan dunia. (Sfl)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.