Mendemo dengan Mengaji, Mengatasi Dekadensi Moral untuk Anak dan Remaja

DIANTARA anak-anak dan remaja di bantaran Kali Jagir bersama tim mahasiswa Universitas Airlangga usai berkegiatan. (Foto: Dok PKMM)

MEPNEWS – Kawasan pemukiman di sekitar bantaran kali Jagir hingga pintu air Jagir di kota Surabaya dihuni oleh masyarakat kelas bawah. Sebagian besar bermatapencaharian pemulung dan pengamen.
Anak-anak usia SD dan remaja usia SMP mendominasi hunian di kawasan tersebut. Gambaran kondisi masyarakat didominasi oleh preman, pemulung, dan pengamen. Hal ini secara langsung akan mengarahkan anak-anak di tempat itu untuk menjadi sama seperti lingkungan pembentuknya. Karena bagaimana pun patokan mereka adalah orang-orang di sekitarnya. Mereka sering bertemu dan dengan merekalah memberi pengaruh besar pada kehidupannya.
Keadaan demikian mempengaruhi anak-anak di sekitar bantaran kali Jagir memiliki karakter keras, nada bicara yang cenderung tinggi, kosakata negatif dari meniru orang di sekitarnya, tidak tertib dalam mengikuti kegiatan, kurang disiplin, dan lemahnya pedidikan moral yang ditanamkan di lingkungan keluarga.
Berangkat dari fakta demikian, sesungguhnya mereka membutuhkan perubahan, baik mencakup pola pikir, peningkatan moral, dan perhatian yang lebih, agar nantinya mereka menjadi generasi yang lebih baik dari orang-orang di sekitarnya. Juga tidak melakukan kenakalan remaja, dan bisa menjadi agen perubahan.
Selain itu mereka juga perlu bimbingan dan kepedulian sesama untuk saling menciptakan kondisi lingkungan yang positif bagi pembentukan karakter generasi muda. Karena hampir seluruh penduduk beragama Islam, pendidikan moral melalui agama sekiranya perlu diajarkan kepada anak-anak dan remaja di kawasan tersebut dengan metode program “Mendemo dengan Mengaji”.
Metode pengabdian tersebut disusul oleh gabungan lima mahasiswa dari dua fakultas di Universitas Airlangga yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian Masyarakat (PKMM). Mereka adalah M. Baktiyar Prayoga Adihutomo, Juliane Kartika Putri, dan Widyanti (ketiganya dari Fakultas Ilmu Budaya) dan Oky Sapto Mugi Saputro dan Nourmaharits Muhammad dari Fakultas Ilmu Sosial dan ilmu Politik (FISIP).
Proposal ”Mendemo dengan Mengaji” ini telah berhasil lolos seleksi Dikti, dengan demikian berhak untuk mendapatkan dana pengembangan dari Kemenristekdikti dalam program PKM tahun 2018.
Dijelaskan oleh M. Baktiyar Prayoga, selaku ketua tim ini, bahwa program “Mendemo dengan Mengaji” ini merupakan program kerjasama bersama mitra pelaksana dari Urban Care Community (UCC) untuk mengatasi dekadensi moral yang semakin meresahkan warga. Karena itulah program ini diterapkan di Jagir Surabaya ini.
Program ini dibuat khusus untuk memberdayakan anak-anak dan remaja bantaran kali Jagir. Agar mudah diterima, tim PKMM menerapkan model belajar Viral (visual and role play), tujuannya untuk menjaga semangat belajar anak-anak. Sehingga nantinya program ini tidak akan membuat mitra sasaran merasa bosan.
Ditambahkan oleh Baktiyar Prayoga, mengaji dalam konteks ini adalah mengatur jiwa. Jadi konteksnya cara untuk mengatur jiwa agar bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya. Terkadang seseorang mempunyai sesuatu atau akademik yang baik, tetapi moralnya kurang baik dalam menyikapinya.
”Maka dari itu penanaman moral itu penting dalam setiap kegiatan, karena jika moral kita baik maka yang lainnya akan ikut baik pula,” imbuh Baktiyar.
Tim mahasiswa UNAIR ini berharap dengan program ini anak-anak dan remaja di kawasan obyek ini menjadi generasi yang bermoral dan memiliki karakter kuat, lebih disiplin, lebih tertib, menghargai sesama, dan memiliki pedoman kuat dalam menjalankan kehidupannya. Mereka tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang bersifat negatif.
“Dan kami juga berharap program ini tidak hanya bisa diterapkan di bantaran kali Jagir, tetapi juga di wilayah lain. Dengan begitu kita dapat merasakan manfaat secara maksimal dan merupakan kebanggaan dapat membantu Pemkot Surabaya dalam upaya mengatasi dekadensi moral di lingkungan anak-anak dan remaja,” kata Baktiyar mengakhiri. (Cca)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.