Yang Bunda Makan saat Hamil Bisa Berpengaruh pada Usus Bayi

MEPNews.id – Bunda, mengasuh anak itu jauh lebih dini bahkan sejak belum jadi. Banyak hal yang harus dipertimbangkan, termasuk pola makan selama kehamilan. Hasil penelitian terakhir menunjukkan, apa yang Bunda makan mungkin memiliki efek pada komposisi mikrobiom usus bayi. Dikabarkan di EurekAlert! edisi 4 Juli 2018, mikrobium alias komunitas bakteri yang hidup di usus bayi itu dipengaruhi antara lain diet ibu dan cara persalinan.

Sara Lundgren, penulis utama penelitian yang diterbitkan jurnal Microbiome, mengatakan, “Studi kami menunjukkan hubungan antara faktor yang mudah dimodifikasi yakni diet ibu dengan mikrobioma usus bayi. Pengetahuan ini bisa menjadi kunci untuk mengembangkan rekomendasi diet berbasis bukti bagi wanita hamil dan menyusui.”

Lundgren dan rekan peneliti dari Dartmouth-Hitchcock Medical Centre di Amerika Serikat menemukan, komposisi mikrobioma usus pada bayi enam minggu setelah persalinan berisi Enterobactericeae (20%), Bifidobacterium (18,6%), Bacteroides (10,44%) dan Streptococcus (8,10%).

Dalam penelitian, ada tiga kelompok berbeda dalam usus 97 bayi yang dilahirkan secara normal (bukan lewat bedah caesar). Kelompok pertama ditandai dengan kelimpahan Bifidobacterium. Kelompok kedua menunjukkan kelimpahan Streptococcus dan Clostridium. Kelompok ketiga memiliki kelimpahan Bacteroides.

Ini berbeda pada 48 bayi yang dilahirkan melalui Caesar. Kelompok pertama menunjukkan kelimpahan Bifidobacterium. Kelompok kedua ditandai oleh Clostridium tinggi tetapi Streptococcus sedikit. Kelompok ketiga menunjukkan kelimpahan Enterobactericeae.

Peneliti juga mengamati efek dari aspek-aspek tertentu diet ibu terhadap mikrobioma usus bayi. Pada bayi yang dilahirkan normal, kemungkinan berada di kelompok kedua adalah 2,73 kali lebih tinggi untuk setiap porsi tambahan buah yang dikonsumsi ibu per hari. Bifidobacterium ditemukan menurun pada bayi yang lahir normal jika ibu makan banyak buah. Bifidobacterium meningkat pada bayi yang lahir caesar saat ibu banyak menkonsumsi daging merah dan produk olahan. Pada bayi yang dilahirkan caesar, kemungkinan berada di kelompok kedua adalah 2,36 lebih tinggi untuk setiap porsi tambahan susu atau produk susu per hari yang dikonsumsi ibu.

Lundgren mengatakan, “Kami menganalisis bayi yang dilahirkan normal dan caesar secara terpisah. Berdasarkan pengetahuan kami sebelumnya, transfer mikroba ibu ke bayi terjadi selama persalinan normal. Kami belum tahu banyak tentang itu pada kelahiran caesar. Kami awalnya menduga ada perbedaan hasil mikrobiome berdasarkan mode persalinan. Tapi, kami terkejut saat menemukan kelimpahan beberapa mikroba meningkat terkait asupan ibu atas kelompok makanan tertentu dalam satu mode persalinan, dan justru menurun pada kelompok mode persalinan lainnya.”

Untuk mengamati bagaimana mekanisme diet ibu dapat mempengaruhi kesehatan anak-anak melalui mikrobioma usus, peneliti menggunakan sampel tinja dari 145 bayi yang terdaftar dalam Studi Kohort Persalinan New Hampshire (proyek penelitian yang menyelidiki bagaimana berbagai faktor mempengaruhi kesehatan ibu hamil dan anak-anak mereka). Sebagian besar bayi yang datanya digunakan dalam penelitian ini lahir secara normal (66,9%) dan diberi ASI eksklusif (70,3%) pada usia enam minggu. Informasi tentang diet ibu selama kehamilan pada usia kehamilan 24 hingga 28 minggu diperoleh melalui kuesioner frekuensi makanan.

Meski demikian, peneliti mengingatkan, karena sampel mereka hanya mencakup ibu dan bayi dari Northern New England yang memiliki populasi relatif homogen, generalisasi atas temuan mungkin terbatas. Para penulis juga menunjukkan efek yang diamati dalam penelitian ini mungkin sebagian karena diet ibu selama menyusui. Maka, sifat observasi dari penelitian ini tidak memungkinkan untuk membuat kesimpulan tentang sebab dan akibat atau arah dari hubungan yang diamati antara diet ibu dan mikrobiome usus bayi.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.