Sing Menang ora Ngendang Sing Kalah ora Ashor

MEPNews.id —- Lapang dada atas kemenangan dan kekalahan adalah salah satu indikator kedalaman akan nilai relegius, keIndonesiaan, dan kebangsaan merupakan nilai yang trla menjadi budaya dan telah berproses sepanjang hidup dan kehidupan bangsa sebagai proses pendewasaan. Disinilah kenyataan yang sungguh bukan terjadi hanya karena tangan manusia, tapi campur tangan Tuhan yang menyertai ihtiar. Karenanya keberhasilan bukan kemudian melahirkan kesombongan “ngendang” hingga melahirkan kecemburuan yang berahir rasa sakit. Namun kemenangan harusnya menjadi titik awal dalam melakuan tencana~rencana strategis dalam mewujudkan PR besar untuk pemenuhan kepentingan bangsa, umat yang telah dijanjikan saat kampanye menjadi program peteoritad dalam satu pereode kepemimpinan. Dan tentu sejauh mungkin menghindari tebang pohon yang merupakan bagian dari arogansi kekuasaan.

Sebaliknya, kekalahan pada dasarnya sebuah kontribusi pemenang yang harus dipahami untuk tidak berhenti, melainkan tetap harus berjalan dalam mengawal bangsa menuju peradaban yang maju.

Dan inilah hakekat demokrasi yang mesti harus difahamkan oada setiap warga, serta seluruh komunitas dinegeri ini, menuju kejayaan sesungguhnya. Hingga kekalahan tidak menyebankan rada rendah diri “ashar”.

Dalam perspektif demokrasi dimana pemilihan sebagai keharusan untuk menentukan kalah menang, maka sesungguhnya peserta realitasnya telah melakukan proses dengan baik. Maka tentu proses yang baik, haruslah melahirkan pimpinan yang baik, pimpinan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dimana pemimpin terpilih berada (m.yazid mar’i)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.