Kambing Hitam

Catatan Oase  :

MEPNews.id —– Setelah melewati perjalanan Romadhon dan menjalani prosesi Idul Fitri, setidaknya bisa membantu perilaku kita untuk lebih bijak dan sabar dalam menghadapi persoalan persoalan yang ada. Selama menjalankan ritual puasa sejatinya kita dididik untuk lebih bisa menjaga diri dari hal hal yang bersifat merugikan, baik merugikan diri sendiri apalagi merugikan orang lain.

” sebaik baik manusia adalah mereka yang banyak manfaatnya bagi manusia yang lain “, begitulah Nabi Muhammad yang berahlak santun ini mengajarkan bagaimana kita bersikap ketika bersama orang lain. Sikap manfaat itu bisa diartikan bahwa keberadaan kita bisa memberi nilai plus ketika berada disuatu tempat dan bersama orang lain. Sikap manfaat dan sikap baik itu juga dibangun karena kemampuan membangun sinergisitas dan memahami kebutuhan orang lain. Sehingga sikap manfaat dan sikap baik itu dilakukan berdasarkan data dan fakta yang dimiliki, lalu menentukan langkah menjalankannya, dan hasilnya adalah langkah terukur dan tepat sasaran.

Musim syawal yang semestinya diisi dengan kemampuan membangun sillaturahmi, hanya akan bisa diisi oleh mereka yang memang benar tulus dan jujur dalam memberi kemanfaatan kepada manusia yang lain. Nah problem kita jujur dan tulus itu tak selalu bisa sejalan dengan apa yang tampak. Kadang terlihat orang keras dan tegas dalam menyikapi sesuatu yang dianggap kurang baik, tapi sejatinya dia tulus, karena tak berharap apapun kecuali perbaikan itu sendiri. Sebaliknya juga kadang terlihat seseorang itu begitu baik dalam menjalankan sesuatu, namun dibalik itu tanpa disadari terbangun sikap sombong dan angkuh, sehingga merendahkan apa yang dilakukan orang lain. Nah kategori seperti ini disebutkan sebagai pendusta.

Ketidak jujuran dan dusta merupakan sikap sebangun dan seiring. Ketidak jujuran akan selalu mendorong seseorang untuk tak segan berdusta, menghalalkan segala cara untuk menutupi ketidak jujurannya. Merangkai cerita bohong, menyebarkan berita bohong, menjatuhkan orang lain, adalah bagian bagian kerja yang memang dilakukan. Selalu mencari kambing hitam atas ketidak jujuran yang dilakukan.

Mengapa Mencari Kambing Hitam?

Kambing hitam adalah sebuah istilah yang kerap digunakan untuk pada sebuah obyek yang tidak berdaya bila diperdaya. Sehingga menjadikan kambing hitam sebagai obyek melampiaskan kekecewaan dan menutupi ketidakjujuran merupakan sebuah keniscayaan.

Menemukan kambing hitam bukanlah persoalan mudah. Karena dibutuhkan kecermatan dalam menentukan obyek. Menemukan obyek hanya bisa dilakukan oleh mereka yang terbiasa bergelut dengan hal hal yang terjadi dilapangan. Sehingga selalu dibutuhkan pengalaman dalam merancang sebuah peristiwa dengan obyek yang kita sasar.

Memastikan sasaran yang menjadi kambing hitam tentu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang terbiasa merancang kepalsuan dan menjatuhkan orang lain. Sehingga hanya mereka yang terbiasa berbohong dan memproduksi kegaduhan yang bisa melakukan pekerjaan ini.

Menempatkan kelemahan kita pada akibat perbuatan si kambing hitam, merupakan potret kelemahan dan kerapuhan diri. Semakin kita membiarkan amarah dan menimpahkan kesalahan kepada orang lain, akan semakin menampakkan kualitas kita.

Semoga saja kita bisa diberikan kecerdasan oleh Allah untuk bisa instropeksi, sehingga kita selalu belajar dan tak mudah menyalahkan orang lain atau mencari cari kesalahan orang lain.

“Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya……” (QS. Al Hujurat: 12).

“Diharamkan atas setiap orang muslim harta, kehormatan dan darahnya terhadap muslim lainnya. Cukuplah keburukan seseorang, bila ia menghina saudaranya sesama muslim.” Hadits diriwayatkan oleh at-Tirmidzi dan ia berkata, “Hasan Gharib.

Assallammualaikum wr wb… Selamat beraktifitas dan selamat berkarya untuk kebaikan manusia.. Semoga Allah memberkahi.. Aamien.

Surabaya, 30 Juni 2018

M. Isa Ansori

Pegiat penulisan, anggota dewan pendidikan Jatim dan staf pengajar ilmu komunikasi Untag 1945 Surabaya

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.