Tentang Pesta Yang Hampir Usai

Catatan Oase  :

MEPNews.id —- Setiap kita pasti pernah mengalami berada dilerumunan pesta. Hiruk pikuk laku dan hingar bingar suara bersautan tak tentu arah. Para undangan hilir mudik menikmati hidangan tersaji. Kadang ada sumpah serapah dan pujian. Sambil menari dalam panggung drama kehidupan kadang pelaku pesta tak memahami apa maksud pesta diadakan. Setiap pesta pasti ada yang mengadakan pesta dan ada yang berkepentingan dengan pesta.

Sejarah seringkali menyajikan banyak misteri, salah satunya adalah seni berpesta.

Pernahkan Anda membayangkan bagaimana pesta dilakukan oleh orang-orang di zaman pra-modern? Bagaimana pula mereka mendapatkan kesenangannya?

Sebagian dari jawaban pertanyaan tersebut akan merujuk pada hal-hal amoral dan hal gila yang pernah dilakukan orang-orang zaman dahulu.

Berikut adalah beberapa pesta yang dilakukan pada masa lalu. Bisa jadi inilah pesta yang layak dikatakan paling ‘bejat’ dalam sejarah.

Kisah tentang pesta Kaisar Nero Romawi adalah salah satu contohnya. Nero adalah salah satu raja Romawi yang cukup terkenal, namun keterkenalannya bukan dikarenakan prestasi yang dibuatnya. Melainkan tindakan keji dan pesta-pesta ‘liar’ yang dilakukannya, sampai ia menghabiskan kas negara.

Melasir Dailymail, konon pada pesta tersebut selalu identik dengan anggur, wanita dan pembantaian, itulah bentuk kesenangan dari kaisar Nero.

Dikisahkan para tamunya adalah para kolega dan bangsawan, mereka minum anggur sampai mabuk, lalu kaisar mengeluarkan beberapa budak yang ketakutan.

Lusinan laki-laki diikat dengan kayu dan diolesi dengan tar, setelah menunggu aba-aba dari Nero mereka selanjutnya disiksa lalu dibakar hingga mati.

Lantas Nero yang menyaksikannya ditemani para penari wanita dengan penampilan telanjang.

Pesta seringkali dibuat untuk memuaskan pemilik pesta, bagi para undangan, kepuasan hanya sesaat dan seolah olah. Sayangnya meski kepuasan itu seolah olah, namun tak sedikit mereka berani mengorbankan segala galanya, mereka mendapatkan kepuasan lain yang diharapkan.

Pesta itu hampir usai, tapi kegilaan pesta belumlah menjadi reda, semakin menjadi jadi, dentuman musik dan goyangan tari erotis semakin memabukkan peserta pesta, menu menu pesta yang tersimpan tak henti dikeluarkan, hanya satu yang diinginkan oleh pemilik pesta, masyarakat mabuk akan ” kebaikan ” pemilik pesta dan mengikuti jalan yang ditentukan sang tuan rumah.

Akankah pesta terus berlanjut? Tentu bergantung dari setiap orang pengikut pesta, semakin dia tergantung pada pesta, maka dalam setiap jengkal kehidupannya akan dibuatlah seperti pesta, sehingga tak mampu menghadapi realita. Nah bagi yang sanggup menyadari realita, maka mereka akan segera bangkit menjalani realita.

Nah kawan… Hidup itu menjalani kenyataan, maka bersiaplah memasuki ruang nyata, sehingga kita segera beradaptasi dengan kenyataan dan tak mudah gagap menjalani realitas yang ada. Pesta hampir usai, segeralah berdamai dengan kenyataan. Selamat bersama dengan kenyataan dan menjalani hidup yang sebenarnya.

” Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS Al-Hadid: 20)

Assallammualaikum wr wb.. Selamat pagi dan selamat beraktifitas, semoga Allah selalu memberkahi… Aamien.

Surabaya, 27 Juni 2018

M. Isa Ansori

Anggota Dewan Pendidikan Jatim, Staf Pengajar Ilmu Komunikasi Untag 1945 Surabaya

Sumber : intisari online

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.