Siswa MI Muhammadiyah 7 Kenep Balen Bojonegoro Launching Buku

MEPNews.id —- Wisuda kelas purna dan wisuda tahfidz juz 30 tahun ini tepatnya pada hari Sabtu, 23 Juni 2018 , berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, wisuda kali ini lebih istimewa sebab dalam acara ini juga dilaksanakan launching sebuah karya perdana siswa siswi MI Muhammadiyah 7 Kenep, karya emas yang belum banyak dilakukan anak seusia siswa sekolah dasar/madrasah ibtidaiyah, yakni LAUNCHING BUKU ANTOLOGI KARYA SISWA MI MUHAMMADIYAH 7 KENEP dengan judul EMBUN MERAH PUTIH.

IMG-20180626-WA0075

Apresiasi datang dari beberapa beberapa tokoh mengalir,

Dr.Syamsu, M.Pd. Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro menyampaikan kekagumannya, di usianya yang masih belia anak-anak MI Muhammadiyah 7 Kenep sudah mampu menulis, sebab menulis yang kemudian bisa terbit menjadi buku bukan pekerjaan yang ringan, juga tidak ketinggalan pada bapak ibu guru yang telah membimbing, serta Bapak Kepala Madrasah. Tentu semua adalah pelaku-pelaku pendidikan yang luar biasa.

Yazid Mar’I,M.Pd.I. penulis buku “Meniti Jalan-Mu” juga turut mengapresisai karya ini, sebab menulis adalah menyambung mata rantai peradaban, lebih lanjut ia menyampaikan buku Embun Merah Putih layak terbit dan dibaca sebagai ikhtiar membangun karakter positif anak didik juga bangsa secara komunal.

Hj.Luluk Mahbubah, M.Pd.I. Pengawas Madrasah juga menyampaikan apresiasi terhadap karya siswa tersebut, beliau menyampaikan terima kasih dan penghargaan untuk anak-anak luar biasa yang memiliki keberanian menulis. Sebuah kemampuan melalui proses penggalian dan pengembangan bakat dengan pendampingan oleh para guru, dan harus berkesinambungan sebagai bagian dari Gerakan Literasi Madrasah.

IMG-20180626-WA0074 IMG-20180626-WA0076

Tidak ketinggalan Mohammad Imam Junaidi “Mohammad IJ” Penulis dan konsultan Kepenulisan di Lembaga Pencetak Penulis Writing Revolution mengungkapkan, “ Siapa yang tak berbangga hati ketika gerakan leterasi telah menjadi kebiasaan sejak dini? Siapa yang tak merasa ingin bersorak lalu berkata, LUAR BIASA, BAGUS, LANJUTKAN! Ketika melihat anak-anak yang masih Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau setara Sekolah Dasar menulis buku. Tentu kita semua, orang tua, guru, pemerhati, dan pemerintah ikut turut bergembira sekali.

Dalam kata sambutannya ketika melaunching buku tersebut Suprapto,S.Ag. kepala MI Muhammadiyah 7 Kenep menyampaikan bahwa madrasah ada kewajiban untuk memfasilitasi anak didiknya dalam mengembangkan kemampuannya, ia yakin tidak ada anak bodoh yang ada adalah bagaimana orang tua “madrasah” memberi kanal-kanal saluran agar air fitroh anak bisa mengalir pada bidang kemampuan masing-masing, berdasar pemikiran ini ia pompa semangat peserta didik, ia motivasi pendidik agar senantiasa berinovasi, lalu muncullah gagasan mengumpulkan karya siswa di dunia sastra untuk dijadikan sebuah buku. Meskipun secara geografis berada di pelosok desa ia berharap anak-anak bisa berbuat dan berkarya sebanding dengan anak-anak yang di kota, bila perlu harus lebih, maka ia menyampaikan semboyan “sekolah ndeso tapi rasa kuto”.

Juga Pengawas Madrasah kecamatan Balen Drs. H. Bahtiar Arifin, M.Pd. dalam sambutan pengarahannya menyampaikan bahwa kita harus menguasai ilmu pengetahuan secara utuh, baik ilmu agama juga ilmu umum, agar tidak terlindas oleh dinamika jaman yang senantiasa berjalan secara dinamis ini serta tidak kalah pentingnya semuanya harus berlandaskan pada karakter/akhlaq yang mulia.

Dalam acara tersebut hadir pula Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bojonegoro berkenan menyampaikan tausyiyah pendidikan, beliau menyampaikan bahwa kehidupan ke depan semakin berat, maka anak-anak kita harus kita persiapkan ilmu dan iman. Di samping itu perlunya pendidikan sekolah/madrasah untuk mengasah skill atau keahlian di sampng ilmu pengetahuan. Pola sikap tingkah laku, sopan santun semakin langka maka pentingnya pendidikan anak di madrasah utk memberi bekal pendidikan ahlaq dan karakternya. Juga peran orang tua sangat penting, anak biarkan hidup mandiri, jangan selalu melayani kebutuhan anak, biarkan anak melayani kebutuhan dirinya sendiri agar anak terbiasa dengan tantangan kehidupan, itu semua untuk kehidupan masa depanya, Kalau selalu dilayani anak akan merasa nyaman akibatnya akan manja, dan dalam kehidupan ke depan akan terlindas oleh persaingan global, imbuhnya.(secretariat mimutu)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.