Sesaat Menjelang Pilihan Bupati Bojonegoro

bojonegoro - khusnatul mawaddahOleh: Khusnatul Mawaddah

MEPNews.id – Sejak 20 juni 2018, Bojonegoro di Jawa Timur diramaikan dengan kampanye terbuka untuk Pilkada setempat. Kampanye ini meriah dan menyejukkan. Cuaca di Kabupaten Bojonegoro cukup mendukung. Biasanya panas menyengat, tiba-tiba cuaca sering mendung dan sesekali hujan deras.

Ada empat pasangan calon bupati dan wakil bupati yang bertarung berebut kursi kekuasaan pemerintahan daerah Bojonegoro dalam coblosan 27 Juni. Paslon no 1, Soehadi Moelyono dan Mitro’atin. Paslon no 2, Mahfudhoh dan Kuswiyanto. Paslon no 3, Ana Mu’awanah dan Budi Irawanto. Paslon no 4, Basuki dan Pudji Dewanto.

Dari keempat paslon ini, tiga yang saya tidak banyak tahu seluk-beluknya. Yang saya tahu hanya paslon nomor 2 dengan jargon Joss Matoh. Saya banyak berhubungan terkait pendidikan anak-anak usia dini dan beberapa aktivitas lainnya.

mahfudoh2Mahfudhoh adalah istri Suyoto yang sudah menjadi bupati dua periode sebelumnya. Saya ingat betul Mahfudhoh bikin lomba batik dengan motif kekayaan lokal. Misalnya; motif padi, jagung, jati, sapi, khayangan api, dan lain-lain. Saat itu seluruh pendidik, anak didik, hingga masyarakat umum bersemangat mencari ikon baru batik Bojonegoroan.

Alhasil jadilah Batik Jonegoro, dibarengi bertumbuhnya usahawan dan pengrajin batik. Semakin berkembang, Bojonegoro mulai dikenal daerah lain karena batiknya. Sekolah, kantor, aksesoris, semua memakai batik dari pengrajin Bojonegoro. Bahkan Batik Jonegoro sering dipamerkan di luar negeri, lewat medsos dan even-even pameran. Hampir semua orang Bojonegoro tahu ide kreatif Mahfudhoh ini sangat mendorong UMKM untuk berdaya.

Selain itu, Mahfudhoh juga getol mengurus PKK dengan program 1 desa minimal 1 posyandu dengan kucuran bantuan gizi balita. Program penanganan masalah keluarga yang ada di P3A juga ditekuni. Kader-kader PKK bergerak terus membenahi program desa yang terkait perempuan juga diberdayakan. Antara lain menanam sayuran di rumah masing-masing dengan bantuan bibit dari pemda. Juga, berbagai macam ketrampilan yang ditumbuhkan lewat PKK.

Kerapian administrasi juga dibiasakan di desa untuk memberi pembelajaran bagaimana pentingnya pengelolaan administrasi yang baik. Kunjungan ke masyarakat juga sering ia lakukan. Tak pelak, profil Mahfudhoh yang kalem, sederhana dan tidak banyak gaya itu, menjadi inspirasi ibu-ibu PKK.

Calon wakilnya, yakni Kuswiyanto, sudah saya kenal sejak zaman mahasiswa. Ia sudah menjadi pimpinan aktivis mahasiswa yang selalu mencari jejaring dengan pihak pemerintah maupun masyarakat. Saat itu saya sebagai anggota sering dikompori untuk ikut memikirkan nasib rakyat kecil dengan berbagai kebijakan pemerintah. Kami sering diskusi mengkritisi semua hal yang terkait masa depan bangsa.

Ternyata Kuswiyanto konsen di bidang politik dan dakwah sampai kini. Saya salut pada Pak Kus. Meski dia anggota DPRD dua periode dan anggota DPR pusat, tapi orangnya tetap santun dan tidak sombong. Setiap kontak WA teman-temannya semasa jadi aktivis, selalu diterima. Begitu juga saat dimintai tolong. Selama mampu dan sempat, pasti Pak Kus bantu.

Sebagai warga Bojonegoro, saya bersyukur bisa bertemu paslon no 2 ini. Untuk menjadi politisi sejati, butuh tiga hal penting yaitu ketokohan, jejaring dan finansial. Pasangan calon ini sudah mempunyai bekal ketiga-tiganya.

Kami saat ini butuh figur yang bisa menjadi teladan, bersih dan dapat dipercaya. Semoga amanah itu datang dari rakyat Bojonegoro yang mampu melihat ketulusan paslon no 2 untuk bisa melanjutkan program brilian mantan bupati Suyoto yang banyak menorehkan prestasi terbaik kota minyak Bojonegoro.

Semoga Bermanfaat.

Facebook Comments

POST A COMMENT.