Pilgub, Pilkada dan Banjir Bandang

Catatan Oase :

MEPNews.id — Tiba – tiba kita terhenyak dengan sapaan Tuhan Yang Welas Asih, betapa tidak ketika semua Paslon Pilkada bersiap – siap menutup perhelatan ” jual diri ” nya, Jum’at siang ( 22/6/2018 ), banjir bandang Alasmalang, Banyuwangi menyapa. Tak kurang dari 8 rumah warga hanyut, 3 sepeda motor dan 1 unit mobil rusak terendam air, 1500 jiwa terancam.

Sebagai masyarakat Jawa pada umumnya, semua peristiea alam yang terjadi bisa dimaknai dengan rangkaian peristiwa sebelum dan sesudahnya. Peristiwa ini menjadi penanda dan pengingat akan datangnya bahaya yang mengancam tatanan diri dan ekosistim, sebagaimana Gusti Allah mengingatkan kita dalam sebuah firma Nya ” Telah terjadi kerusakan didarat dan dilautan, akibat ulah tangan tangan kotor manusia ”

Lalu Apa Kaitannya Dengan Pilkada dan Pilgub?

Pilgub dan pilkada serentak dan khususnya di Jatim adalah sebuah fonomena yang akan melahirkan pemimpin baru. Takdir seorang pemimpin adalah mengayomi yang dipimpin, mengayomi rakyatnya, menjadikan rakyatnya sejahtera. Layaknya pilkda itu adalah sebuah kontestasi program dan layanan yang akan diberikan oleh calon pemimpin kepada rakyatnya. Sehingga sejatinya pilkada dan pilgub itu adalah kontestasi kesanggupan memegang amanah untuk mensejahterakan rakyat dengan program program yang dibuat.

Nah apa yang terjadi? Pilkada dan pilgub kita sudah bergeser menjadi ajang perebutan kekuasaan, yang kemudian terjadi fonomena menghalalkan segala cara. Tak heran lalu muncul statemen ” hanya kecurangan yang bisa mengalahkan “. Kontestasi perebutan kekuasaan yang saling ” membunuh dan menjatuhkan ” menjadi sebuah keniscayaan. Mengingatkan kita pada perebutan kekuasaan di Singhasari, ketika Tunggul Amaetung harus terbunuh di tangan Ken Arok dengan Keris buatan Empu Gandring dan menjadikan Kebo Ijo sebagai kambing hitam.

Tampaknya fonomena alam yang terjadi di Banyuwangi menjadi peristiwa penanda dipenutup masa masa kampanye calon, hati hati dengan serangan banjir bandang materi, kalau anda tidak waspada maka akan jadi bencana. Bisa bisa susah lima tahun.

Banjir bandang itu bisa berupa serangan materi berupa sembako dan uang, kampanye fitnah dan menjatuhkan lawan, nah kalau ini yang terjadi, bisa dipastikan kita akan mendapatkan pemimpin yang tidak barokah bagi rakyatnya. Karena kekuasaan yang diraih pastilah kekuasaan yang penuh angkara dan nista.

Rakyat Jawa Timur adalah rakyat santun dan cerdas, sehingga sebagai punden dari bermartabatnya kepemimpinan nasional, saya yakin Jawa Timur akan dapat memilih siapa yang berkah dan siapa yang angkara.

Semoga saja diakhir masa kampanye ini, semua paslon tak mengubar janji dan fitnah, sehingga Jawa Timur menjadi masyarakat yang sejahtera, ayo Kerja Kerja, Biar Jawa Timur Adem dan Sedulur Makmur.

Assalammualaikum wr wb.. Selamat pagi, selamat beraktifitas, semoga Allah selalu memberkahi.. Aamien.

Surabaya, 23 Juni 2018

M. Isa Ansori

Staf Pengajar Fisip Ilmu Komunikasi Untag 1945 Surabaya dan STT Malang

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.