Ajari Anak Membaca dengan Pendekatan Phonics

MEPNews.id – Belakangan ini ada minat publik yang kuat tentang pertanyaan seputar bagaimana anak-anak belajar membaca dan bagaimana membaca dapat diajarkan. Sejumlah penelitian dalam psikologi telah menawarkan jawaban atas pertanyaan ini. Tapi, antara penelitian dengan kebijakan dan praktik pendidikan masih senggang.

Science 2.0 edisi 15 Juni 2018 mengabarkan, tim psikolog internasional melakukan terobosan dengan harapan mengakhiri debat ‘perang membaca’ dalam praktik publik. Nah, berdasarkan bukti ilmiah, mereka menekankan pentingnya mengajar phonics dalam membangun keterampilan membaca dasar pada anak usia dini. Membacakan untuk anak tidak cukup efisien mengajari mereka cara membaca.

Anne Castles dan Kate Nation dari Australian Research Council Centre of Excellence in Cognition and its Disorders, serta Kathleen Rastle dari Department of Psychology di University of London di Inggris, mensintesis temuan dari sedikitnya 300 studi penelitian, buku, dan artikel jurnal akademis yang diterbitkan di berbagai bidang ilmiah.

Mereka bertujuan membuat laporan berbasis bukti ilmiah tentang bagaimana efisiensi anak-anak belajar membaca. Laporan mereka dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science in the Public Interest Vol 19, Issue 1, 11 Juni 2018  dengan judul ‘Ending the Reading Wars: Reading Acquisition From Novice to Expert.’

‘Perang membaca’ terjadi melibatkan guru, orang tua, dan pembuat kebijakan. Ada satu pihak yang memperjuangkan pendekatan berbasis phonics (mengajari anak-anak suara yang dibuat oleh huruf). Ada pihak lain yang mendukung pendekatan ‘bahasa utuh’ (berfokus pada anak-anak yang menemukan makna dalam lingkungan yang kaya literasi).

Meski guru, orang tua, dan pembuat kebijakan mengakui keaksaraan sebagai keterampilan penting yang harus dipelajari semua anak, namun kebijakan dan praktik yang ada sering gagal menggabungkan strategi paling efektif untuk belajar dan mengajar membaca. Akibatnya, tingkat melek huruf yang rendah tetap menjadi isu yang mendesak di negara maju dan berkembang di seluruh dunia.

Phonics adalah dasar penting untuk menjadi pembaca yang baik, tetapi tentu itu saja tidak cukup dengan sendirinya. Para peneliti mengakui, “Untuk memperoleh keterampilan literasi yang bagus, misalnya, anak-anak harus mengalami kemajuan dari mengidentifikasi suara individual menuju mengenali kata secara keseluruhan. Anak juga harus mampu menarik makna kata-kata yang berbeda dengan cepat dalam konteks tertentu untuk memahami seluruh unit teks, apakah itu sebuah kalimat, paragraf, atau seluruh halaman.”

Dengan menyoroti proses spesifik di mana instruksi phonics awal memungkinkan anak-anak untuk mendapatkan pemahaman dan pengalaman membaca dari waktu ke waktu, para peneliti berharap bisa mengikis dua kesalahpahaman umum yang sering menghalangi pendekatan berbasis bukti untuk membaca instruksi. Pertama, membaca untuk anak-anak mengajarkan mereka bagaimana membaca. Kedua, anak-anak bisa belajar membaca melalui penemuan independen. Dua hal ini kurang efisien untuk pembelajaran membaca untuk anak.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.