“Jek Enak Aku”

Catatan : Irwan, S.Pd

MEPNews.id —Diantara kreatifitas para sopir truk atau pemilik truk adalah memasang tulisan atau kalimat di bak truk. Isi kalimatnya mulai dari sindiran, motivasi, nasihat dan sebagainya. Dari beberapa kalimat tersebut diantaranya : “isih penak jamanku to?”, “pulang malu gak pulang rindu”, “dilarang ngankut istri orang”, “kutunggu jandamu”, “ngebut adalah ibadah semakin ngebut semakin dekat dengan Tuhan”, “ojo kementhus nek ora pecus”, “jek enak aku”, dan banyak lagi yang lainnya.

Ada satu hal menarik dari diantara kalimat yang sengaja ditempel atau dilukis di bak truk itu. Kalimat “jek enak aku” (masih enak saya) kalau ditelusuri lebih jauh sangat luar biasa pengaruhnya pada kehidupan seseorang. Tidak akan ada kata keluhan yang keluar dari seseorang.

“jek enak aku” mematikan konsep sawang sinawang bahwa yang enak hanya kata orang lain. Enak ya kamu kerja ini, enak ya kamu punya ini itu, enak ya kamu masih jomblo, enak ya kamu sudah berkeluarga, dan sebagainya, dan yang sering muncul jawabannya ya masih enakan kamu. Maka yang timbul akan membandingkan dirinya dengan orang lain, dan seringnya akan mengeluhkan keadaan dirinya yang sekarang.

“jek enak aku” menegaskan kepada kita untuk untuk mensykuri apa yang ada karena semua itu adalah anugerah seperti lagunya D’masiv “jangan menyerah”.

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasa-Nya
Bagi hamba-Nya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

Jangan menyerah (6x)

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasa-Nya
Bagi hamba-Nya yang sabar
Dan tak kenal putus asa (2x)

“jek enak aku” lebih ekstrimnya menurut mbah Nun (Emha ainun nadjib) kita boleh sombong pada dunia bahkan wajib. Kita lebih tinggi derajatnya dibanding dunia. Kita diamanahi untuk ngatur dunia bukan malah diatur dunia. Kalau kepada dunia harus sombong namun urusan akhirat kita tawadu’ rendah hati. tidak sambat atau mengeluh pada sesama tapi Allah as shamad, tempat terbaik tambatan hati yang sedang gundah dan bahagia.

“jek enak aku” salah satu cara mengamalkan firman Allah : “jika kau bersyukur niscaya akan aku tambah, jika ingkar sungguh adzabku amatlah pedih”.

Saat kita jatuh, alhamdulillah masih bisa bangun lagi, saat tak bisa bangun, alhamdulillah masih bisa duduk, saat tak bisa duduk alhamdulillah masih berbaring, terlentang dan masih bernafas. Tak bisa semua maka inna lillahi wa inna ilaihi rojiun berarti Allah sayang dan menyegerakan pulang ke haribaanNya.

Maka tak ada alasan untuk tidak bersyukur.

Allahummaj’alni syakuran; ya Allah jadikan aku orang yang bersyukur.

Pakong, 13/06/2018

Article Tags

Facebook Comments

Website Comments

POST A COMMENT.