Bagaimana Cara Menulis di Media Massa?

tom kolom kecilOleh: Teguh W. Utomo

MEPNews.id – Ah senangnya saat tulisan bisa diterima di media massa. Ada nama kita turut terpublikasikan. Kadang juga ada foto kita.

Tapi, apa hanya itu manfaat menulis di media massa? Kalau untuk narsis saja, mungkin jawaban di atas sudah cukup. Tapi, untuk penulisan lebih serius, tentu saja tujuannya lebih dari itu.

Pertama, untuk eksistensi diri. Dengan nama yang terpampang di media massa, kita bisa menggunakannya sebagai ‘paspor’ untuk membawa diri kita ke level lebih tinggi di ajang kepenulisan. Pemuatan di media massa menunjukkan kita bisa bersaing dengan penulis lain untuk eksis.

Kedua, berbagi info dan ide pada pihak lain. Jika info atau ide disimpan di otak, yang bisa memanfaatkan hanya diri sendiri. Jika dipublikasikan di media massa, info atau ide itu bisa tersebar luas dan bisa dinikmati siapa saja.

Ketiga, ada imbal balik. Tulisan di media masa bisa membuat orang lain merespon kita. Respon itu bisa berupa ide lewat kolom komentar. Bisa juga berupa uang honor dari lembaga tertentu yang memberikan. Bisa juga berupa seuatu yang tak terduga, misalnya diundang ikut seminar terkait isi tulisan.

Di sisi lain, perusahaan media massa umumnya juga menyediakan ruang untuk masyarakat umum. Tulisan di halaman ini biasanya berisi ulasan penulisnya. Bentuknya bisa bermacam-macam, sesuai rubrikasi media massa. Misalnya; cerita pendek, opini, surat pembaca, resensi, laporan perjalanan, dan lain-lain.

Bagaimana agar tulisan bisa diterima redaktur media massa untu kkemudian dimuat? Nah, berikut ini beberapa tipsnya.

  • Sebelum Menulis

Pilih topik yang waktunya paling hangat, isinya substantif dan memberi pendalaman. Temukan ide-ide dan data dengan cara banyak membaca atau menggali pemikiran orang-orang tertentu.

  • Buat draft tulisan

Buat lead sebagai showcase bagi penulisan. Pilih kalimat paling menarik pada bagian awal tulisan agar calon pembaca terpancing untuk membaca. Untuk isi, buat narasi yang hidup dan tidak membosankan. Padukan fakta-fakta dengan pemikiran; ungkapkan sebab-akibat di balik peristiwa, situasi, ilustrasi dan argumen. Agar tulisan berbobot, harap hati-hati pada poin-poin yang diungkapkan. Jangan sampai salah data, salah tulis, dan salah nalar. Untuk bagian terakhir, beri pemikiran atau pengarahan terpenting. Bisa dalam bentuk advis, tantangan, pengarahan atau sekadar ringkasan sederhana. Yang terpenting adalah, jika awalannya bagus, isinya mantap, maka akhirannya juga harus bagus dan langsung ‘klik’ dengan pembaca.

  • Lakukan koreksi

Luangkan waktu untuk penulisan ulang. Baca ulang draft dengan baik, dan rasakan kelemahan-kelemahannya. Bila perlu, agar lebih obyektif, minta tolong orang lain membaca dan mencari kelemahannya. Fikir kembali, evaluasi ulang, dan tulis ulang. Tambahkan unsur-unsur clarity dan detail jika perlu. Gunakan transisi yang baik untuk kalimat dan paragraf.

  • Publishing

Kirimkan tulisan via elektronik ke perusahaan media massa. Jangan mengirim ketikan via fax, apa lagi tulisan tangan. Ini cara kuno dan merepotkan. Sertakan kopi kartu identitas (KTP/SIM dan sejenisnya, serta nomor rekening dan NPWP). Jika Anda merasa belum cukup terkenal, beri keterangan singkat tentang latar belakang Anda (misalnya; pendidikan, profesi, dll yang menunjukkan kredibilitas)

 

Penulis adalah

Facebook Comments

POST A COMMENT.