Orang Tua Jangan Asal-asalan Mencela Anak

MEPNews.id – Sudah seharusnya orang tua menjaga omongannya di depan anak. Mengapa? Karena pengaruhnya sangat besar terhadap mental anak. Salah satunya, menurut hasil penelitian Binghamton University dan State University di New York, Amerika Serikat, orang tua yang terlalu sering memberikan celaan membuat anak jadi kurang memperhatikan ekspresi wajah emosional.

“Temuan kami menunjukkan, anak-anak dengan orang tua yang terlalu kritis mungkin terbiasa berusaha menghindari wajah-wajah yang mengekspresikan segala jenis emosi,” kata Kiera James, mahasiswa pascasarjana psikologi di Binghamton University, penulis utama hasil penlitian, dikutip psypost edisi 11 Juni 2018.

“Perilaku ogah memperhatikan ekspresi wajah ini dapat mempengaruhi hubungan mereka dengan orang lain. Ini juga menjadi salah satu alasan mengapa anak-anak yang sering terpapar celaan beresiko kena hal-hal negatif antara lain depresi dan kecemasan,” begitu diungkapkan Kiera M. James, Max Owens, Mary L. Woody, Nathan T. Hall dan Brandon E. Gibb di Journal of Clinical Child & Adolescent Psychology yang dipublikasikan online 2 Mei 2018.

Para peneliti ingin menguji bagaimana celaan tajam orangtua berdampak pada cara anak-anak memproses dan memperhatikan ekspresi wajah. Salah satu cara melihat perhatian anak-anak adalah dengan penanda neural yang disebut Late Positive Potential (LPP). Alat ini memberi ukuran seberapa banyak seseorang memperhatikan informasi emosional, antara lain wajah bahagia atau sedih.

James dan rekan meminta orang tua dari anak-anak usia 7 hingga 11 tahun untuk berbicara tentang anak mereka selama lima menit. Pernyataan-pernyataan mereka kemudian dikodekan untuk mengukur tingkat celaan terhadap anak. Di sisi lain, peneliti juga mengukur aktivitas otak anak-anak ketika melihat serangkaian gambar wajah yang menunjukkan emosi berbeda.

Para peneliti menemukan, anak-anak dari orang tua yang sangat sering mencela cenderung kurang memperhatikan semua ekspresi wajah emosional, daripada anak-anak dari orang tua yang tidak sering mencela.

“Kami tahu dari penelitian sebelumnya bahwa orang memiliki kecenderungan menghindari hal-hal yang membuat mereka tidak nyaman, cemas, atau sedih, karena perasaan seperti itu tidak menyenangkan. Kami juga tahu bahwa anak-anak dengan orang tua yang suka mencela lebih mungkin menggunakan strategi penghindaran ketika mereka dalam kesulitan, daripada anak-anak yang orang tuanya biasa-biasa saja,” kata James.

“Berdasarkan penelitian ini, dan temuan bahwa anak-anak dengan orangtua pencela cenderung kurang memperhatikan ekspresi wajah emosional daripada anak-anak yang orang tuanya biasa-biasa saja, maka satu penjelasan yang mungkin adalah anak-anak dengan orangtua pencela itu sengaja menghindar agar tidak melihat ekspresi emosi apa saja. Perilaku ini dapat membantu mereka menghindari paparan ekspresi kritis, dan, jika diperluas, perasaan permusuhan yang mungkin mereka kaitkan dengan kritik dari orangtua. Di sisi lain, itu juga dapat menghambat mereka melihat ekspresi positif dari orang lain.”

Para peneliti berharap bisa menindaklanjuti hasil ini dengan penelitian lebih lanjut. Sasaran lebih khususnya, meneliti apa yang terjadi pada otak anak-anak secara real time ketika mereka menerima komentar positif dan komentar negatif dari orang tua.

Facebook Comments

POST A COMMENT.