Silaturrahim Ala-ala

Catatan Irwan S.Pd :

MEPNews.id —

“Ingin panjang umur dan dimudahkan rezekinya, silaturrahimlah.”

“Suatu ketika istri seorang sahabat mendatangi Rasulullah dan mengadu bahwa rumahnya selalu didatangi tamu, ia merasa kesal dan capek selalu membuatkan hidangan untuk tamu suaminya. Kemudian Rasulullah mendatangi rumahnya untuk bertamu. Dan ia kaget sesaat Rasulullah keluar dari rumahnya yang di belakangnya diikuti hewan yang membahayakan. Rasulullah menjelaskan begitulah keutamaan rumah yang didatangi tamu, salah satunya akan terhindar dari mara bahaya.”
(dua hal diatas haditsnya cari sendiri)

Silaturrahim/ silaturrahmi atau sambung kasih sayang. Kasih sayang sesama saudara : sekandung, sekeluarga (besar kecil), seiman, sealmamater, setempat kerja, sesama manusia, sesama makhluk Allah menjadi topik penting atau kegiatan penting dalam menjalani kehidupan ini. Tak terbatas waktu maupun tempat. Akan tetapi rasanya bulan ramadhan dan syawal menjadi waktu yang sangat spesial untuk mengamalkan silaturrahim.

Ala silaturrahim jaman now dikemas dengan berbagai macam kemasan. Melalui group sosmed (WA, FB, Insta, tweet, dll). Kalau jaman old mungkin hanya dilakukan dengan saling berkunjung baik rumah ke rumah ataupun lewat halaqah-halaqah. Di jaman now ini mulai dari perbincangan di sosmed direncanakanlah ketemuan bersama, ada buka bersama, temu alumni dari A-Z, halal bi halal dan sebagainya, dari yang muda sampai yang tua kakek nenek. Ketika bertemu dengan teman-teman sewaktu smp misalnya ia tak lagi ingat bahwa sudah kakek nenek dari senda gurau ucapan ataupun tingkah laku. Mungkin disinilah hikmah saling bertemu, saling silaturrahim dengan teman yang seumuran selalu merasa muda seakan umurnya masih panjang.

Persoalan-persoalan yang muncul saat akan diadakan temu kangen atau reonian atau apalah, saat ditanya siapa saja yang ikut, iurannya berapaan (kalau tidak ada yang ngebosi), tempatnya dimana. Tentu karena kesibukan yang berbeda-beda dan beragam ada yang bisa, ada pula yang tidak bisa ikut karena berbagai kepentingan. Ada yang karena waktunya bersamaan dengan kegiatan keluarga, belum mudik, dipaksa oleh pekerjaan, dan seambrek kepentingan lainnya.

Persoalan-persoalan itu akan menjadi pemutus silaturrahim jika dihadapi dengan:
– *Sikap berlebihan*
Keinginan yang berlebihan ataupun kangen yang berlebihan untuk bertemu dan berkumpul akan memaksakan satu sama lain harus bisa hadir atau datang, tanpa melihat kepentingan orang yang berbeda-beda. Dengan dalih kalau aku bisa meluangkan waktuku kenapa kalian tidak bisa.
– *Merasa dirinya selalu berjasa*
Perasaan diri selalu berjasa juga akan memutus tali silaturrahim. Dengan dalih masak aku terus yang selalu mengajak kalian, memesankan tempat, makanan dan lain-lain. Pahala yang sudah ditulis dihapus lagi oleh malaikat karena mengungkit-ungkit jasa yang sudah dilakukan. Teman-teman yang lain juga akan malas untuk bertemu.

Maka sewajarnya saja semampu yang kita bisa begitulah tips untuk bisa istiqamah memperjuangkan silaturrahim. Berpikir positif bahwa teman yang belum bisa datang bukan karena tidak kangen untuk bertemu bercanda gurau tapi karena memang ia ada kepentingan diluar kehendaknya. Tak bisa merajut tali silaturrahim dengan benang yang kusut (iri, dengki, dan penyakit hati lainnya), kalaupun dipaksakan untuk dirajut akan segera lepas dan hancur. Yang penting silaturrahimnya, bertemu hanya salah satu cara saja. Tak bisa mencuci baju dengan air yang kotor.

Datangilah rumah saudara dan tetangga dekat mungkin itu yang lebih penting. ***

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.