Kampuh Welding Indonesia Raih Team Gold Price

Kampuh Welding Indonesia Raih Team Gold Price, 2 Siswa Meraih Juara di Kejuaraan Dunia Welder di Zhozhou Hunan China 2018

Surabaya– Rasa syukur dan bangga bagi seluruh keluarga besar Kampuh Welding Indonesia atas prestasinya pada kompetisi Welder International di Zhozhou Hunan China 5-10 Juni 2018. Tema The Belt & Road and BRICS Skill development and Technology Innovation Competition – 2018 Arc Cup. Kejuaraan dunia inimerupakan event tahunan yang di ikuti oleh banyak negara di dunia yang memiliki visi bersama untuk pengembangan teknologi pengelasan pada dunia industri.

Moehammad Munir Direktur Kampuh Welding Indonesia langsung dari Zhozhou Hunan China menyampaikan bahwa kejuaraan dunia ini di ikuti oleh Sebanyak 388 welder (tukang las) dari 71 tim berpartisipasi dalam kompetisi ini, termasuk ada peserta dari 20 tim yang mengirimkan 112 peserta. Negara-negara yang berpartisipasi menyebar dari banyak negara seperti dari Rusia, India, Afrika Selatan dan Cina. Juga ada negara-Eropa Ukraina, Rumania, Belarusia, Ceko, Bulgaria, Indonesia, Iran, Vietnam, Thailand, Mongolia, singapura. Juga ikut berpartisipasi adalah negara Jerman, Austria, Swiss, Portugal dan Ghana dari Afrika.

Peserta kejuaraan welder International sebanyak 276 perwakilan welder dari 15 perusahaan di China, 33 Sekolah Menengah kejuruan, perusahaan yang terkait dengan tekhnologi las dan organisasi sosial lainnya ikut berpartisipasi termasuk Hongkomg. Tambah Moehammad Munir

Zaid Yuliardi Koordintor Kontingen ini menyampaikan; Pada kejuaaraan ini tim Indonesia yang diwakili oleh siswa Kampuh welding Indonesia meraih 2 juara pada kategori singgle proses GMAW (Gas Metal Arc Welding) adalah salah satu jenis proses pengelsan atau penyambungan bahan logam yang menggunakan sumber panas dari energi listrik yang dikonversi menjadi energi panas. Pada proses las GMAW ini menggunakan kawat las yang digulung dalam suatu roll dan menggunakan gas sebagai pelindung logam las yang mencair saat proses pengelasan berlangsung.
Melalui perjuangan yang cukup ketat untuk bersaing dengan negara lain peserta kejuaraan dari berbagai penjuru dunia, akhirnya Mukhammad Adi Setyawan meraih juara 2 dengan nilai 218, sedangkan juara 3 juga diraih oleh Rahmat efendi dengan nilai 210 yang juga siswa dari Kampuh Welding Indonesia Surabaya. Raihan ini sangat disyukuri oleh keluarga besar Kampuh welding Indonesia, semoga hasil ini merupakan cambuk bagi semua stakeholder unutk terus maju dan memperbaiki demi prestasi terbaik di masa mendatang.

Arif Yulianto yang juga merupakan pengajar di Kampuh Weldig Indonesia Surabaya menambahkan; Jika ada calon yang baik dan memiliki skill penguasaan dasar pengelasan sesuai dengan kategori sesuai materi pendidikan welder, maka itu akan menjadi salah satu kunci keberhasilan welder profesional. di Kampuh Welding Indonesia, para siswa dididik untuk memiliki kemauan dan keinginan yang besar untuk maju dan berkembang. dengan pendampingan dari para instruktur dan kemauan keras dari siswa untuk selalu berlatih dan komitmen yang kuat untuk meraih terbaik, maka untuk menjadi juara dunia pada kejuaraan dunia selanjutnya akan terbuka lebar.

Kampuh Welding Indonesia adalah lembaga pendidikan swasta yang memiliki komitmen untuk menyiapkan tenaga las profesional untuk Indonesia dan dunia dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di bidang teknik pengelasan (welding) yang handal dan bersertifikasi. Lembaga ini beralamat di jalan Sawo Sambikerep Surabaya jawa TImur. Kampuh Welding Indonesia Menerima lulusan SMA/MA dan SMK untuk dididik menjadi tenaga welder profesiona. Masih terbuka kuota untuk tahun 2018 bagi para siswa untuk bergabung menjadi welder profesional.

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.