Meraih Kebahagiaan pada Akhir Ramadhan

bojonegoro - khusnatul mawaddahOleh: Khusnatul Mawaddah

MEPNews.id – Banyak cara kita untuk menjadi bahagia di dunia dan akhirat. Tidak harus dengan cara yang muluk-muluk. Bahkan, dengan cara sederhana berupa berkomunikasi dengan sesama juga bisa menjadi sarana untuk berbahagia.

Setiap hari, aktifitas kita yang berhubungan dengan manusia pasti tidak selamanya mulus. Sesekali ada kekhilafan. Salah paham hal sepele maupun besar bisa merenggangkan hubungan, bahkan bisa menghambat komunikasi.

Kita menyadari, hati kita ini bisa berbolak-balik. Apalagi jika kita tidak sering ber-muhasabah atau intropeksi diri. Kadang kita punya sifat baik, kadang punya sifat kurang baik. Ada kalanya baik menurut ukuran kita, tapi belum tentu baik menurut ukuran orang lain. Padahal, standar kebaikan itu tolak ukurnya kitab Alquran dan Alhadist. Dua kitab ini sumber rujukan valid yang dapat dipertanggung jawabkan.

Maka, memperbaiki hubungan silaturrohim dengan cara bertegur sapa, menyampaikan salam, berkunjung, mengungkap kata-kata manis, serta saling memberi maaf, menjadi jalan untuk menjalin hubungan harmonis. Nah, di sini ada jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kadang, untuk sekadar berkomunikasi, menjadi sangat berat jika dalam jiwa kita tidak terbersit rasa rendah hati, tawadhu’, dan ikhlas. Sebaliknya, memberi maaf dan meminta maaf juga bisa menjadi lebih ringan jika kita sudah memahami pentingnya sebuah hubungan.

Jika semua sifat baik ini kita punyai, maka tentu saja Allah akan melimpahkan rohman-rohim-Nya dalam berbagai kesempatan.

Sebaliknya, jika kita dalam menjalin hubungan penuh dengan kelicikan, kebencian dan ketidakjujuran, tentu saja akan menemui ketidaknyamanan dan kerenggangan hubungan. Teman kerabat semakin jauh dan sedikit, rezeki juga makin tidak lancar, kesehatan akan terganggu. Kalau sudah begini, bagaimana kita bisa merasa bahagia?

Di akhir Ramadhan yang penuh hikmah ini, menurut para ulama, masih banyak diskon untuk bisa ber-fastabiqul khoirot, dengan apa yang kita punyai untuk mampu berbagi, membahagiakan saudara kita tanpa pandang aliran maupun agama. Mari kita buktikan substansi agama kita yaitu rahmatal lil’alamin; rahmad bagi seluruh alam. Sehingga akan selalu subur benih kebahagiaan dalam hati kita semua.

Semoga bermanfaat.

Facebook Comments

POST A COMMENT.