Sumsum Tulang Artifisial untuk Penyakit Darah

MEPNews.id – Jaringan sumsum tulang berfungsi seperti sabuk konveyor bagi aliran darah manusia; memompa miliaran sel darah setiap hari untuk menjaga tubuh tetap sehat, bekerja, dan sesuai tatanan hidup. Namun, ada kalanya terjadi gangguan pada sumsum tulang sehingga aliran darah pun bermasalah.

Nick Lavars dalam NewAtlas edisi 5 Juni 2018 mengabarkan, para ilmuwan membuat kemajuan menjanjikan dalam upaya menciptakan kembali efek konveyor ini dengan versi buatan. Sedang dikembangkan alat yang dapat digunakan dalam perang melawan leukemia dan penyakit darah lainnya.

Pembuatan versi rekayasa jaringan sumsum tulang ini dimotivasi oleh beberapa kemungkinan yang bisa diwujudkan. Ini memungkinkan para ilmuwan benar-benar membidik mekanisme di balik bagaimana darah terbentuk, dan pada gilirannya, akan membuka jalur baru pengembangan terapi untuk penyakit darah.

Tetapi, jaringan artifisial ini masih sulit dipahami. Dalam hidup sumsum tulang, sel-sel induk darah hidup di ceruk-ceruk kecil sebelum berkembang biak dan membesar menjadi sel darah merah dan sel putih yang kemudian menyelinap ke dalam aliran darah. Tetapi, mencoba menciptakan efek ini di laboratorium ternyata sangat rumit. Itu karena sel-sel induk darah tidak dapat berkembang biak dan membesar dalam model-model in vitro yang khas.

Maka, para ilmuwan dari University of Basel, University Hospital Basel, dan ETH Zurich di Swiss membuat terobosan yang menjanjikan. Mereka berhasil merekayasa ceruk dalam sumsum tulang buatan yang bisa mengatasi keterbatasan pendekatan sebelumnya. Setidaknya, untuk sementara waktu.

Pendekatan mereka dimulai dengan membuat perancah 3D keramik menyerupai tulang manusia. Perancah ini kemudian dikombinasikan dengan sel-sel mesenchymal stromal dari tubuh manusia di dalam perfusi bioreactor –alat untuk mencampur bahan biologis dan sintetis.

Pendekatan ini memberi struktur yang sangat mirip dengan struktur molekul dari ceruk sumsum tulang yang betulan. Saat mengujinya, para ilmuwan menemukan sel hematopoietik dan sel progenitor (dua bahan utama dalam pembiakan dan pematangan sel-sel induk darah) tetap berfungsi dan terus melakukan kehidupan mereka selama beberapa hari.

Dengan perkembangan lebih lanjut, ceruk-ceruk sumsum tulang buatan ini mungkin menjadi ruang uji yang dapat disetel untuk meneliti bagaimana faktor-faktor yang berbeda, antara lain protein tertentu, menentukan pembentukan darah pada manusia. Ini juga bisa digunakan dalam skrining obat untuk melihat bagaimana pasien menanggapi perawatan tertentu.

“Kita bisa menggunakan sel sumsum tulang dan sel tulang dari pasien untuk membuat model in vitro penyakit darah antara lain leukemia,” begitu dikatakan penulis hasil penelitian, Ivan Martin dan Timm Schroeder. “Yang penting, kita bisa melakukan ini dalam lingkungan yang hanya terdiri dari sel manusia dan yang menggabungkan kondisi sesuai individu tertentu.”

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.