WhatsApp Modal Awal Terbaik Meningkatkan Kreativitas Guru

 

Syaifulloh
Penikmat Pendidikan

MEPNews.id —- Pemateri masih menyampaikan materi dihadapan peserta pelatihan guru yang membahas kurikulum dan pembelajaran dengan semangat membara. Di iringi berbagai yel-yel dan nyanyian untuk menjaga suasana semangat tetap terjaga. Para peserta dengan semangat mengikuti setiap petunjuk mengikuti perintah dari pemateri melakukan gerakan dan beberapa nyanyian sesuai contoh yang diperagakan.

Ketika acara berlanjut para peserta kembali ke meja dengan wajah-wajah cerah setelah terkena ice breaking dari pemateri. Mereka kelihatan mulai fokus lagi untuk melanjutkan menerima ilmu dari pemateri yang dibutuhkan oleh guru memahami kurikulum dan pembelajaran model terbaru. Suasana terasa cair ini terkadang juga diselingi oleh peserta yang begitu asyiknya melakukan guyonan khas guru dengan bermain HP sambil membuka WA.

Aplikasi WA saat ini menjadi primadona bagi semua kalangan, termasuk guru yang memanfaatkan WA untuk membuat group dalam memudahkan segala macam urusan proses belajar mengajar.

Semua aplikasi yang digunakan pada era milenial ini bisa diambil sisi positif dalam mendukung kinerja seorang guru dalam proses belajar mengajar. Apalagi hampir semua guru memiliki hp yang bagus dan mendukung segala macam aktivitas bersosial media.

Jika ditilik dari group-group WA milik satuan pendidkan baik madrasah maupun sekolah menunjukkan segala macam kreativitas yang dibuat oleh guru-guru. Kreativitas baik dibuat sendiri maupun copy paste dari kelompok lain. Kegiatan ini menunjukkan bahwa guru-guru Group WA memiliki budaya literasi cukup baik dalam mendukung kegiatan di sosial media itu.

Kreativitas guru dalam bersosial media dengan tampilan-tampilan berbagai gambar yang di postingnya sungguh bisa menjadikan inspirasi menarik bagi anggota group WA. Setiap moment apapun pasti jadi bahasan yang renyah dan bersahaja. Bahasan berupa kalimat yang dibuat sedemikian rupa agar sambung dengan twmanyang dibahas, juga ada berbagai gambar dan foto yang bisa memeriahkan suasana.

Rasanya waktu 24 jam tidak cukup bagi Group WA guru dalam mencermati hidup dan kehidupan ini. Mulai aktivitas masak, belanja, buat kue, keramas sampai kegiatan-kegiatan yang membuat badan lemas bisa dibahas sedemikian rupa. Masing-masing anggota bisa berargumen sedemikian hebat dalam mencermati masalah-masalah terbaru.

Masalahnya yang terjadi di group memang banyak dibuat untuk bersenang-senang dan guyonan sehingga dengan beraosial media ditujukan bukan untuk mendukung peningkatan pengetahuan dan kompetensi. Alasan yang disampaikan juga cukup simpel, mereka beranggapan tugas menjadi guru sudah berat, untuk mengimbanginya perlu dibuat group WA yang butuh guyonan saja.

Andaikan kreativitas seperti di WA bisa diterapkan dalam proses belajar mengajar di kelas alangkah indah dan menariknya pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Semua siswa terlihat aktif untuk mencapai kompetensi, aktif lahir dan batin yang bisa merangsang siswa untuk selalu terlihat di dalam memecahkan pembelajaran. Siswa selama pembelajaran merasakan kenikmatan tersendiri ketika guru bisa menampilkan segala macam media dan sumber belajar dalam mencapai kompetensi.

Guru merasakan pentingnya kreativitas dalam proses belajar mengajar, sama dengan kreativitas saat bersosial media via group WA. Inspirasi-inspirasi via group WA yang bisa memicu kreativitas terus ditumpahkan dalam pembelajaran dan menimbulkan kreativitas siswa melalui leterlibatan memanfaatkan medianya.

Perasaan guru yang terinspirasi kreativitas Group WA bisa memunculkan kreativitas yang baru. Baron perihal kreativitas seperti dikutip oleh M.Ali kreativitas guru adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru. Profesi guru adalah suatu pekerjaan yang dituntut memiliki suatu ketrampilan dan kreativitas. Ketrampikan seorang guru adalah mengajar dan menanamkan nilai nilai pada diri siswa sehingga adanya perubahan sikap dalam diri siswa. Kreativitas dalam mengajar sangat diperlukan guru. Misalnya dalam menyampaikan suatu materi guru harus mempunyai suatu model pembelajaran yang kreatif dan inovatif agar siswa tidak bosan terhadap materi yang disampaikan. Sehingga siswa semangat dalam mengikuti mata pelajaran. Selain itu kreativitas juga akan membantu siswa dalam memahami materi yang diajarkan. Selain itu guru harus kreatif dalam memilih media apa yang akan digunakan untuk mendukung bahan ajar atau materi yang disampaikan. Akan tetapi media dan model pembelajaran yang akan dipilih guru harus menyesuaikan materi serta karakteristik siswa.

Dengan kreativitas yang baik dan bisa mengaktifkan siswa menjadikan proses belajar menjadi efektif. Siswa mencapai kompetensi pengetahuan, sikap, ketrampilan dan sikap spiritual secara berimbang. Capaian yang ke empat sikap yang bisa menjadi bekal siswa dalam memperoleh pengalaman belajar sempurna.

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.