Jalan Lebih Cepat, Hidup Lebih Sehat

MEPNews.id – Ingin sehat lebih lama? Ingin mengurangi risiko kematian lebih dini? Cobalah menambah kecepatan jalan kaki. Dikabarkan Mike McRae dalam ScienceAlert edisi 1 Juni 2018, itu adalah saran dari para peneliti di Australia dari hasil penelitian yang dipublikasikan di British Journal of Sports Medicine. Penelitian mereka mengungkapkan, kecepatan berjalan dapat memprediksi risiko kematian usia lebih dini. Bukan hanya dari penyakit kardiovaskular, tetapi dari sejumlah kondisi kesehatan.

Memang, berolahraga demi meningkatkan prospek kesehatan bukanlah saran baru. Para ahli kesehatan sudah merekomendasikan aktivitas fisik layak sekitar setengah jam setiap hari. Rekomendasi semacam ini terkesan sangat jelas. Tapi, seberapa tingkat aktivitas yang tepat dan baik adalah hal yang belum diketahui pasti. Berjalan kaki mungkin ya. Tapi, apakah berjalan ke mesin fotokopi atau ke dapur juga bisa diperhitungkan?

“Kecepatan berjalan terkait dengan semua penyebab risiko kematian. Tapi, peran spesifiknya –terlepas dari aktivitas fisik total yang dilakukan seseorang– hanya mendapat sedikit perhatian hingga sekarang,” kata Emmanuel Stamatakis dari Charles Perkins Centre and School of Public Health di University of Sydney, Australia.

Maka, penelitian yang dipimpin University of Sydney ini bisa menyediakan beberapa angka yang sangat dibutuhkan untuk menunjukkan ada perbedaan signifikan antara jalan-jalan tenang menuju halte bus dengan olahraga jalan cepat di sekitar blok perumahan.

Untuk menemukan kegiatan sehat ini, para peneliti mengumpulkan respons lebih dari 50.000 orang dalam 11 survei yang dilakukan di Inggris dan Skotlandia antara 1994 hingga 2008.

Karena datanya terkait dengan catatan kematian, tim peneliti mampu mencari hubungan antara kecepatan berjalan dan tingkat kematian secara keseluruhan, termasuk kematian akibat kanker dan kematian akibat penyakit kardiovaskular.

Kabar baiknya, setelah memperhitungkan faktor-faktor risiko lainnya, berjalan dengan kecepatan rata-rata saja bisa mengurangi peluang 20 persen bagi Anda masuk ke kuburan lebih awal. Ini jika dibandingkan dengan orang yang cara berjalannya lambat.

Tentang penyakit kardiovaskular, berjalan dengan kecepatan rata-rata atau lebih cepat akan menurunkan 25 % kemungkinan kematian akibat sesuatu seperti gagal jantung kongestif atau stroke.

Tapi, seberapa cepat melangkahkan kaki agar disebut jalan yang sehat? Jangan bayangkan berjalan cepat seperti hendak memecahkan rekor dunia. Lebih baik ukur sajakecepatan terbaik menurut Anda sendiri.

“Kecepatan umumnya lima hingga tujuh kilometer per jam, tetapi itu tergantung pada tingkat kebugaran si pejalan kaki,” kata Stamatakis. “Indikator alternatif adalah berjalan dengan kecepatan yang membuat Anda sedikit terengah-engah atau sampai berkeringat.”

Manfaat jalan cepat ini sangat banyak bagi orang berusia di atas 60 tahun. Ada 46 % penurunan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular untuk kecepatan biasa, dan 53 % untuk jalan lebih cepat.

Penelitian juga menyebutkan, tidak ada indikasi pengaruh berjalan cepat terhadap kanker.

Meski demikian, penelitian ini punya kelemahan. Jawaban atas survei dilaporkan sendiri oleh responden, sehingga sangat bergantung pada komunikasi yang jujur. Juga belum jelas, apakah angka-angka itu menunjukkan berjalan cepat bisa membantu meningkatkan kesehatan secara umum, atau sebaliknya apakah orang-orang sehat pada umumnya senang berjalan cepat.

“Memisahkan efek dari satu aspek spesifik aktivitas fisik dan memahami hubungan kausal yang berpotensi risiko kematian dini adalah hal yang sangat kompleks,” begitu diakui Stamatakis.

Maka, sebelum Anda mengubah cara berjalan harian menjadi powerwalk, ingatlah bahwa studi ini berbicara tentang risiko relatif. Risiko absolut terhadap penyakit-penyakit itu hanya akan naik atau turun beberapa persen.

Yang pasti, studi semacam ini adalah pengingat yang bagus tentang manfaat dari olahraga yang membuat jantung Anda lebih aktif memompa darah.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.