Membeli Buku dan Membacanya

agus harionoOleh: Agus Hariono

MEPNews.id – Ada salah satu teman ketika berkunjung ke rumah saya bertanya, “Pak, buku sebanyak ini sudah dibaca semua?” Saya hanya senyum, “Tanpa saya jawab, pasti kamu sudah tahu jawabannya.” Saya jawab demikian, karena saya memang tidak mungkin membaca semua buku yang saya miliki.

Lantas untuk apa buku sebanyak ini dibeli kalau tidak dibaca?

Bagi saya, buku merupakan investasi yang tidak pernah rugi. Tentu saja investasi yang dimaksud bukan berniat akan kembali dalam bentuk uang kendati itu juga bisa didapatkan. Lebih dari itu, ilmu yang ada di dalam buku mampu mengubah diri seseorang maupun kelompok masyarakat. Yang artinya itu lebih dari sekadar materi dalam bentuk uang.

Idealnya, buku yang dibeli harus dibaca. Namun, siapa sih yang kerjaanya hanya membaca buku? Buku itu akan dibaca manakala dibutuhkan. Seperti orang yang sedang belanja di pasar, tentu tidak semua barang dagangan dibeli semua. Pasti orang hanya akan membeli barang-barang yang dibutuhkan. Kalau kebutuhan itu habis terpakai, dia akan belanja mungkin jenis  barang yang sama atau mungkin saja berbeda.

Begitu juga dengan membaca buku. Kita pasti tidak akan langsung membaca semua. Tentu, yang kita baca yang sesuai dengan kebutuhan kita. Judul buku yang setema. Itu pun mungkin tidak semua akan dibaca keseluruhan. Selain tidak efektif, kita pun juga akan kesulitan menangkap isinya ketika apa yang kita baca itu meloncat-loncat.

Prinsip saya, yang penting beli buku. Masalah baca, itu urusan nanti. Ketika ada kesempatan beli buku, saya yang beli tanpa pikir panjang. Ada buku yang saya beli 10 tahun silam, ternyata bermanfaat sekarang ini. Pernah saya sempat cari referensi untuk studi ke mana-mana. Eh, setelah saya periksa kembali, ternyata saya sudah punya bukunya sejak 10 tahun lalu.

Oleh karena itu, saya semakin yakin bahwa beli buku tidak ada ruginya. Persoalan kapan saya membacanya, itu urusan belakangan. Yang penting punya dulu. Jadi, kapan saja ada waktu, saya bisa langsung comot itu buku dan membacanya.

Tentu saja, ada perbedaan antara orang yang membaca buku dengan yang tidak. Terlebih, jika orang tersebut menemukan sesuatu yang baik dari dalam buku itu, kemudian mengamalkannya.

Jadi, mari kita melek literasi dengan menyenangi buku, membeli buku, dan membacanya.

Wallahu a’lam!

Facebook Comments

POST A COMMENT.