Dikembangkan, Cara Baru Regenerasi Email Gigi

MEPNews.id – Bagi yang giginya rawan rusak, atau terlanjur rusak, tampaknya berita ini memberi harapan. Para ilmuwan berusaha mengembangkan bahan yang dapat membantu regenerasi email gigi dan mencegah kerusakan gigi atau kepekaan gigi di masa depan.

gigiEmail, yang melapisi bagian luar gigi, adalah jaringan paling keras di dalam tubuh dan dapat menahan ekstrimnya suhu serta asamnya makanan dan minuman. Kemampuan email ini membantu gigi bisa bertahan selama beberapa dekade.

Tetapi, tidak seperti jaringan lain di dalam tubuh, email ini rentan. Bila telah rusak atau hilang, email tidak dapat tumbuh kembali. Rusaknya atau hilangnya email menyebabkan rasa sakit dan kerusakan gigi sekitar 50% dari populasi dunia. Repotnya, orang takut atau enggan memperbaiki gigi mereka yang rusak.

TheTelegraph edisi 2 Juni 2018 mengabarkan, peneliti di Queen Mary University of London di Inggris mengembangkan cara baru untuk menumbuhkan materi bermineral. Temuan, yang dipublikasikan dalam jurnal sains Nature Communications, dapat membuka jalan bagi regenerasi jaringan keras semacam email dan tulang.

Sharif Elsharkawy, dokter gigi yang juga penulis pertama hasil penelitian, mengatakan, “Temuan ini menarik. Kesederhanaan dan fleksibilitas dari platform mineralisasi ini membuka peluang untuk merawat dan meregenerasi jaringan gigi. Sebagai contoh, kita bisa mengembangkan semacam perban tahan asam yang dapat menyusup, mineralisasi, dan melindungi dentinal tubules (saluran mikroskopik) yang rusak pada gigi manusia untuk pengobatan hipersensitivitas.”

Tim dari Queen Mary University ini menemukan protein yang mampu memicu pertumbuhan kristal, dengan cara yang mirip bagaimana kristal tumbuh ketika email gigi berkembang di dalam tubuh.

Profesor Alvaro Mata, penulis utama hasil penelitian, mengatakan ‘penemuan kunci’ ini membuka pintu bagi berbagai cara untuk mengeksploitasi protein, serta mengendalikan dan memandu proses mineralisasi.

“Melalui ini, kami mengembangkan teknik untuk dengan mudah menumbuhkan material sintetis yang bisa meniru arsitektur hierarkis di atas area luas, dan dengan kapasitas untuk menyesuaikan kondisi yang dibutuhkan,” tambahnya.

Para pakar ini percaya karya mereka memiliki potensi untuk digunakan dalam berbagai cara dalam pengobatan regeneratif.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.