Akulturasi Budaya Islam

MEPNews.id —- Sabtu, 2 Juni 2018 tepat pukul 20.30 festifal budaya “oklek” digelar di kelutahan Lefok kulon Bojonegoro.

Acara yang diikuti sekitar 57 peserta itu tidak sekedar iringan musik, namun dilengkapi lampion yang menggambarkan kearifan lokal Bojonegoro.

Oklek, demikian sebutan musik yang biasanya untuk membagunkan madyarakst muslim yang akan sahur untuk menunsikan ibadah puasa ramadhan, telah banyak mengalami inovasi. Jika dulu hanya dengan kentongan dan kendang atau sesuatu sekenanya yang bisa dipukul atau bersuara kini telah menggunakan berbagai alat musik, piano, dan alat musik tradisional, seperti gong, ketipung, seruling, dan kendang.
Akulturasi budaya islam dan Jawa serta budaya lokal berpadu dalam untaian musik. Hanya sayang, jika dulu diiringi dengan sholawatan, hari ini telah hilang berganti syair dangdut ala Via valen dan Nila Kharisma.
Ini tentu menjadi catatan, agar kedepan ada lagu islami yang wajib dilantunkan, agar ruh islanya tak hilang. Namun tentu pikiran positif ini tetap ada, dan kedepan akan menjadi lebih baik dan lebih relegius. Akulturasi budaya tanpa menghilangkan ruhnya (m.yazid mar’i)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.