Teh Hijau Bisa Kurangi Risiko Plak Koroner

MEPNews.id – Salah satu zat yang ditemukan dalam teh hijau dapat membantu ilmuwan menemukan cara-cara baru mengurangi risiko serangan jantung. Namun, hasil penelitian ini masih dalam tahap sangat awal.

Nicola Davis mengabarkan di The Guardian 1 Juni 2018, penelitian tim University of Lancaster dari Inggris menemukan, molekul yang disebut EGCG ini dapat mengikat protein yang biasa ditemukan dalam plak terkait gangguan arteri koroner. Dalam keadaan tertentu, EGCG bisa membuat protein ini jadi lebih mudah larut.

Para ahli mengatakan, penemuan terbaru ini membuka kemungkinan baru untuk mengembangkan molekul mengatasi endapan dalam pembuluh darah yang berkontribusi pada penyakit arteri koroner. Namun, masih butuh penelitian lebih jauh untuk memastikan bahwa meminum teh hijau akan membantu gangguan koroner jantung.

“Jika Anda minum teh hijau dalam jumlah normal, kemungkinan pengaruhnya biasa-biasa saja,” kata Prof David Middleton, salah satu penulis hasil studi. “Kami perlu meneliti molekul ini lebih dalam. Kami harus mencari tahu cara menyesuaikannya agar lebih tersedia bagi tubuh atau cara untuk mengirimkannya ke plak dalam arteri.”

EGCG sebelumnya terbukti mempengaruhi arsitektur protein yang membentuk plak-plak lain terkait penyakit Alzheimers. Ada juga sejumlah manfaat lain dari EGCG sehingga sudah dimanfaatkan industri.

Dalam Journal of Biological Chemistry, peneliti di Universitas Leeds dan Universitas Lancaster menjelaskan mengapa mereka mengeksplorasi efek teh hijau pada apoA-I (protein komponen kunci dari ‘kolesterol baik’ HDL, tetapi yang juga memiliki sisi gelap).

“Sejumlah protein tertentu ada dengan sendirinya. Ini lebih sering terjadi ketika kita semakin tua,” kata Middleton. “Dalam keadaan tertentu, protein itu dapat salah melipat lalu membentuk serat halus yang menumpuk berupa plak dalam arteri. Diperkirakan, penambahan serat membuat plak lebih mungkin pecah menjadi potongan, sehingga meningkatkan risiko gangguan jantung dan stroke.”

Tim peneliti di Lancaster memulai dengan menyeduh teh hijau menggunakan microwave. Setelah analisis yang cermat, mereka menemukan EGCG dari teh hijau terikat pada serat halus protein pembuat plak. EGCG lalu memecah serat-serat halus protein itu menjadi bentuk-bentuk melingkar lebih kecil yang dapat larut. Syaratnya, serat itu awalnya terbentuk di hadapan zat yang mirip dengan yang ditemukan di antara sel-sel dalam tubuh.

Penelitian ini disambut dengan hati-hati oleh pakar lain. Umumnya pakar kesehatan di Inggris berpendapat, menjalani diet seimbang, tidak merokok, dan menjaga aspek-aspek lain gaya hidup, adalah cara utama individu menurunkan risiko penyakit arteri koroner jantung.

“Penelitian terbaru ini masih dalam tahap sangat awal,” kata Prof Naveed Sattar dari Universitas Glasgow. “Kami telah berada di sini berkecimpung banyak zat dalam makanan dan minuman yang katanya dapat mengurangi beberapa risiko kesehatan. Tapi, hingga saat ini, beberapa zat tidak menunjukkan kemajuan nyata. Jadi, saran saya adalah jangan terburu-buru minum teh hijau untuk mengatasi gangguan jantung.”

Dr James Brown, dosen senior dalam biologi dan ilmu biomedis di Aston University, juga bersikap hati-hati. “Jangan samakan dengan minum teh hijau biasa lalu menyaksikan efek dahsyat pada jantung.”

Dia menjelaskan, tubuh kita pasti memecah komponen teh hijau. Lalu, tidak jelas berapa banyak EGCG akan sampai ke dalam darah. “Para peneliti belum menjalani tahap eksperimen pada tikus atau manusia sehingga mendapatkan bukti kuat hasilnya. Sejauh ini, mereka masih dalam tahap memberikan teh hijau atau EGCG lalu melihat pengurangan jumlah plak.”

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.