Pernah Mendengar Lagu Hamawiya Mis Mis?

Oleh: Moh. Husen

MEPNews.id —- Lagu lama, lagu qasidah berbahasa Arab, sekitar tahun 1960-an, penyanyi aslinya Rofiqoh Darto Wahab, bukan orang Arab, tapi asli orang Indonesia, dan mungkin diantara kita pernah mendengarnya. Lagu ini dulu sangat populer, sehingga meskipun diputar hari ini, terasa betul bahwa lagu yang pernah populer meskipun hanya dijamannya, berbeda rasa kualitas di kalbu kita, dibandingkan lagu di era kapanpun tapi tak populer yang hanya lewat dan berlalu belaka.

Di tahun sekitar 1990-an, sehabis shubuh dan sebelum diputar kaset ceramah agama di radio–waktu itu ceramah KH. Zainuddin MZ yang rutin diputar–saya selalu menikmati lagu Hamawiya Mis Mis ini dalam bentuk yang sudah di-Indonesiakan: Mari oh mari mari, baca shalawat Nabi(2x), agar kita semua mendapatkan syafaatnya…dan seterusnya.

Adapun lirik Arabnya, yang asli dibawakan oleh Rofiqoh Darto Wahab, cuplikannya begini:

Hamawiya mis mis
Baladiya mis mis (2x)

Idwah bidna malasi bitsna
Wafaros bidna jahril mis mis

Hamawi hamawi hamawi yaa mis mis

Pernahkah kita mendengar lagu qosidah lama tersebut? Atau setidaknya pernah mendengar meskipun sebentar, bukan? Jika belum, bisa search di Google. Penggalan teks yang saya cuplikan tadi juga saya dapat di Google.

Nah, tanggal 27 Mei 2016 yang lalu, saya mendengar kembali lagu lama itu dibawakan oleh Kiai Kanjeng saat acara Ihtifal Maiyah di rumah kelahiran Cak Nun di Menturo-Sumobito Jombang. Saya kebetulan bisa mampir di Jombang karena paginya saya harus menjalani semacam uji kompetensi di Universitas Brawijaya Malang.

Saya tersentak, kaget dan takjub saat Kiai Kanjeng membawakan lagu lama tersebut. Rasa haru dan bahagia seakan terbawa ke masa lalu begitu membikin hati berbinar, penyar dan membahagiakan. Saya tidak sedang akan mengurai pentingnya mendengar atau memperdengarkan lagu lama ke telinga kita yang sebenarnya itu bisa menjadi pemantik kebahagiaan dan optimisme keceriaan menjadi tumbuh.

Tapi saya menjadi kagum, bahwa seniman itu seakan selalu mengerti hatinya orang banyak. Mereka bisa menangkap hatinya orang banyak sehingga lagu-lagunya tetap enak didengarkan di jaman kapanpun. Meskipun tentunya tak semua seniman bisa menangkap hal yang demikian.

Termasuk Cak Nun. Beliau seakan selalu mengerti hatinya orang banyak sehingga tatkala bersama Kiai Kanjeng beliau menyuguhkan lagu Hamawiya Mis Mis tersebut, rasanya sangat menggembirakan dan menyenangkan.

“Seniman itu sebenarnya ya rohaniawan,” kata Cak Nun suatu ketika di acara Padhang Mbulan.

Saya sangat ingat tanggal Ihtifal Maiyah tersebut, karena acara tersebut memang digelar sebagai hari ulang tahun Cak Nun 27 Mei. Saat itu hadir festival Lima Gunung, Letto dan Kiai Kanjeng.

Kini, 28 Mei 2018, akan digelar acara bertema Menyorong Rembulan, bersama Cak Nun, Kiai Kanjeng, Letto dan Teater Perdikan di Menturo-Sumobito Jombang, pk. 20.00wib hingga selesai.

Sekali lagi: selamat ulang tahun yang ke-65 Cak! Dan apakah lagu qosidah lama Hamawiya Mis Mis akan dilantunkan kembali oleh Kiai Kanjeng? Kita tunggu bersama-sama, baik menunggu live dilokasi, maupun menunggu besok-besok barangkali diunggah di YouTube. (Banyuwangi, 28 Mei 2018)

Facebook Comments

POST A COMMENT.