Kajian Ramadhan PDM Bojonegoro

MEPNews.id —– Kegiatan yang diselenggarakan oleh PDM Bojonegoro pada hari Ahad, 27 Mei 2018 yang dikemas dengan “kajian ramadhan”, bertemakan “Politik Nilai untuk Islam Berkemajuan, dibuka tepat pukul 08.30 oleh ketua PDM Drs. H. Suwito, M.Si, menyatakan bahwa politik tudak boleh lepas dari nilai, politik adalah nilai kejujuran, amanah, amanah, dan integritas. Sementara Drs. Nurcholishuda, M.Si, mewakili Pimpinan Wilayah Jawa Timur, menyampaikan bahwa, minimal ada 6 kreteria memilih calon pemimpin yaitu: memiliki rekam jejak baik, memiliki integritas, berani mengambil keputusan dengan segala resiko, memiliki kemampuan membangun kepercayaan, mampu mengamankan aset, paham persoalan, mamou mengembangkan jaringan, taktis dan strategis.

IMG-20180527-WA0053

Sebagai panelis dari anggota PP muhammadiyah bidang pystaka, DR. Musthofa B Nahrawardhaya mengawali dengan gendhing asmaradhana, ia menyebut bahwa berpolitik itu seperti orang menikah. Menurutnya Politik itu penting. Umat islam harus merebut kekuasaan untuk memudahkan melahirkan kebijakan. Jika ada calon yang berpihak pada muhammadiyah, maka harus memilihnya untuk mampu mendukung dakwah muhammadiyah.
Dalam hal politik, Umat islam harus istiqomah, tidak hanya menjadi gerbong, menjadi contoh. Ada yang menyebut politik itu “ribet” atau sengaja dusebut dengan kotor, agar orang islam tidak memiliki kekuasaan. Lalu bolehkah meminta kekuasaan? Jawabnya boleh, sebagaimana dilakukan oleh Nabi Sulaiman AS. Apa yang dilakukan muhammadiyah yang disebut dengan politik nilai “amar ma’ruf”, tapi untuk “nahi munkar” butuh kekuasaan. Karenanya orang Muhammadiyah harus merebut kekuasaan, agar mampu melakukan revolusi tauhid dan hukum (m.yazid Mar’i)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.