Pelajaran Pendidikan Pancasila Kewarganegaraan dan Tindakan RJ yang Mencabik Persatuan

By: Syaifulloh

Penikmat Pendidikan

MEPNews.id —Hari-hari ini rakyat Indonesia disuguhi kejadian cukup menghebohkan terkait dengan rekaman yang dilakukan oleh remaja yang akhirnya diketahui berinisial RJ. Video beredar bebas melalaui media dan bisa disaksikan via video pendek yang beredar luas melalui berbagai macam media.

Dalam video tersebut terlihat remaja bertelanjang dada tengah memegang foto Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.
Dalam video tersebut pria itu, sambil menunjuk-nunjuk ke arah foto Jokowi, ia melontarkan kalimat berisi hinaan, ujaran penuh kebencian, dan ancaman pembunuhan terhadap Jokowi.
Pria itu juga menantang Jokowi sebagai Presiden RI untuk mencari dirinya dalam 24 jam.
Jika Jokowi tidak menemukan dia dalam tempo itu, dia klaim dirinya sebagai pemenang.

Dilihat dari usia remaja tersebut mestinya masih berstatus sebagai pelajar. Menjadi pertanyaan besar dari warga negara Indonesia yang biasa menikmati Pendidikan. Selama ini seluruh siswa pasti pernah mendapat pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang menjadi mata pelajaran wajib di sekolah-sekolah di Indonesia. Apakah dengan pelajaran ini tidak bisa memberi nilai-nilai yang kuat bagi setiap insan di Indonesia tentang kenegaraan dan kebangsaan melalui kompetensi di dalam mata pelajaran tersebut.

Mengusik rasa persatuan dan menjadi ancaman serius bagi masyarakat yang saat ini sedang menghadapi masalah serius dengan berbagai kejadian yang ada di Indonesia. Sehingga menjaga persatuan antar komponen warga negara adalah satu keharusan demi terciptanya secara kuat persatuan Indonesia.

Bila dicermati tujuan Pendidikan Nasional Pasal 3 Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. PPKn merupakan mata pelajaran yang sangat relevan untuk mewujudkan fungsi dan tujuan pendidikan nasional tersebut.

Sedangkan Sesuai dengan PP Nomor 32 Tahun 2013 penjelasan pasal 77 J ayat (1) huruf ditegaskan bahwan Pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk Peserta Didik menjadi manusia yang memiliki rasa kebangsaan dan cinta tanah air dalam konteks nilai dan moral Pancasila, kesadaran berkonstitusi Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, nilai dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Secara umum tujuan mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan PPKN dalam Kurikulum 2013 pada jenjang pendidikan dasar dan menengah adalah mengembangkan potensi peserta didik dalam seluruh dimensi kewarganegaraan, yakni: (1) sikap kewarganegaraan termasuk keteguhan, komitmen dan tanggung jawab kewarganegaraan (civic confidence, civic committment, and civic responsibility); (2) pengetahuan kewarganegaraan; (3) keterampilan kewarganegaraan termasuk kecakapan dan partisipasi kewarganegaraan (civic competence and civic responsibility

Kalau dilihat fenomena sekarang ini, yang terjadi dalam bingkai sistem hukum dan pemerintahan. Semua kejadian bisa dilihat oleh semua warga negara secara gamblang dan tidak bisa ditutup-tutupi lagi.

Fenomena pengabaian dari inti pembelajaran PPKN yang diajarkan di sekolah dan kejadian keseharian yang jauh dari nilai-nilai Pancasila bisa menjadi bumerang bagi perjalanan Indonesia di masa yang akan datang.

Kalau menyimak dari tujuan khusus dari Pendidikan Lancasila dan Kewarganegaraan yang sangat lengkap seperti di bawah ini:
1) menampilkan karakter yang mencerminkan penghayatan, pemahaman, dan pengamalan nilai dan moral Pancasila secara personal dan sosial;
2) memiliki komitmen konstitusional yang ditopang oleh sikap positif dan pemahaman utuh tentang Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
3) berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif serta memiliki semangat kebangsaan serta cinta tanah air yang dijiwai oleh nilai-nilai Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan
4) berpartisipasi secara aktif, cerdas, dan bertanggung jawab sebagai anggota masyarakat, tunas bangsa, dan warga negara sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang hidup bersama dalam berbagai tatanan sosial Budayaal.an datang.

Tujuan yang sangat ideal ini akan menjadi catatan hampa bagi peserta didik apabila penyelengara dan pelaksana negara tidak bisa memberi contoh baik dalam menjalankan sistem bernegara yang benar sesuai yang dipelajari oleh murid-murid di sekolah.

Mencermati video RJ yang jauh dari tujuan dari pelajaran PPKN maka bisa dipastikan ini bisa menjadi contoh yang tidak baik bagi siswa-siswa lain di Indonesia. Sudah ada bukti apa yang dilakukan oleh RJ di ikuti oleh remaja lain dan sudah diunggah di medsos.

Mereka menganggap apa yang dilakukan Hany sekedar lucu-lucuan saja. Bila ini diteruskan bisa menjadi penggerus persatuan di masa yang akan datang.

Keberhasilan pembelajaran PPKN tidaklah sulit untuk dicapai baik dari sisi spiritual, kognitif, afektif, dan psikomotorik oleh seluruh siswa. Mereka para siswa hanya butuh konsistensi antara teori yang dipelajari dan kenyataan berbangsa dan bernegara bisa memberikan contoh nilai-nilai positif yang menjadi model kebaikan.

Bila video RJ tidak ditangani dengan baik sesuai hukum yang berlaku dan mendapat perlakuan berbeda dari kasus-kasus yang sama dilakukan oleh pelajar lain, maka itu bisa mencabik persatuan di Indonesia ini dan itu menjadi cermin dari para generasi penerus di masa yang akan datang, maka itu bisa membahayakan kelangsungan persatuan Indonesia.

Semoga keberhasilan peajaran PKN bisa dirasakan secara luas oleh negara Indonesia yang saat ini mengalami berbagai masalah serius terhadap janji-janji manis kepada rakyat dan belum dicapai.

Semua harus memahami bahwa kemerdekaan yang diraih melalui darah para syuhada harus terus terjaga persatuannya dan semakin memperkuat nilai-nilai yang diajarkan setiap hari kepada semua siswa di sekolah bisa di implementasikan dalam perilaku sehari-hari di masyarakat secara beradab.

Wassalam

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.