Mau Kardiovaskular Sehat? Rutin Makan Telur!

MEPNews.id – Orang yang mengonsumsi telur tiap hari dapat mengurangi risiko penyakit kardiovaskular secara signifikan, dibandingkan yang tidak atau jarang mengonsumsi telur. Begitu saran dari penelitian di Cina, yang diterbitkan di jurnal Heart dan diberitakan di ScienceDaily 21 Mei 2018.

Penyakit kardiovaskular (CVD) adalah penyebab utama kematian dan kecacatan di seluruh dunia, termasuk Cina. Sebagian besar karena penyakit jantung iskemik dan stroke (termasuk stroke hemoragik dan iskemik). Penyakit jantung iskemik menjadi penyebab utama kematian dini di negara-negara Barat. Di Cina, stroke penyebab paling besar kematian –diikuti gangguan jantung. Meski stroke iskemik berpengaruh terhadap mayoritas stroke, proporsi stroke hemoragik di Cina lebih tinggi daripada di negara-negara maju.

Sejumlah penelitian menunjukkan, telur sumber utama kolesterol makanan. Tapi, telur juga mengandung protein berkualitas tinggi, banyak vitamin, dan banyak komponen bioaktif antara lain fosfolipid dan karotenoid. Penelitian sebelumnya tentang hubungan antara makan telur dengan dampak pada kesehatan terbukti tidak konsisten. Umumnya penelitian menemukan hubungan yang tidak signifikan antara konsumsi telur dengan penyakit jantung koroner atau stroke.

Oleh karena itu, tim peneliti dari Cina dan Inggris yang dipimpin Profesor Liming Li dan Dr Canqing Yu dari School of Public Health di Peking University Health Science Center, mencari hubungan antara konsumsi telur dengan penyakit kardiovaskular, penyakit jantung iskemik, gangguan koroner utama, stroke hemoragik dan stroke iskemik.

Mereka menggunakan data dari China Kadoorie Biobank (CKB), yakni studi prospektif terhadap 512.891 orang berusia 30 – 79 tahun dari 10 wilayah geografis berbeda di Cina. Para peserta direkrut antara 2004-2008 dan ditanya tentang frekuensi konsumsi telur. Mereka ditindaklanjuti untuk menentukan tingkat morbiditas dan mortalitas.

Untuk studi baru ini, para peneliti berfokus pada 416.213 peserta yang sebelumnya bebas dari kanker, penyakit kardiovaskular (CVD) dan diabetes. Dari kelompok itu, dalam masa tindak lanjut rata-rata 8,9 tahun, terdokumentasikan total 83.977 kasus CVD dan 9.985 kematian CVD, serta 5.103 kejadian koroner utama.

Pada awal periode penelitian, 13,1% peserta melaporkan konsumsi harian telur (jumlah biasanya 0,76 telur/hari) dan 9,1% melaporkan tidak pernah atau sangat jarang konsumsi telur (jumlah biasanya 0,29 telur/hari). Analisis hasil menunjukkan, dibandingkan dengan orang yang tidak mengonsumsi telur, orang yang mengkonsumsi telur setiap hari mengalami risiko CVD lebih rendah.

Secara khusus, orang yang mengkonsumsi telur harian (satu telur/hari) memiliki 26% risiko lebih rendah kena stroke hemoragik (jenis stroke dengan tingkat prevalensi lebih tinggi di Cina daripada di negara-negara berpenghasilan tinggi), risiko 28% lebih rendah dari kematian akibat stroke hemoragik, dan 18% lebih rendah risiko kematian akibat CVD.

Selain itu, ada penurunan 12% risiko penyakit jantung iskemik bagi orang yang mengonsumsi telur setiap hari (diperkirakan 5,32 telur/minggu), jika dibandingkan dengan orang yang ‘tidak pernah atau  jarang mengkonsumsi telur (2,03 butir/minggu).

Ini penelitian observasional, sehingga tidak ada kesimpulan yang dapat ditarik tentang sebab dan akibat. Tapi, penulis hasil penelitian mengatakan, penelitian ini memiliki ukuran sampel yang besar dan memperhitungkan faktor risiko yang ditetapkan dan potensi untuk CVD.

Para penulis menyatakan, “Penelitian ini menemukan ada hubungan antara tingkat konsumsi telur sedang (hingga 1 telur/hari) dengan tingkat kejadian gangguan jantung yang lebih rendah. “Temuan kami menyumbangkan bukti ilmiah bagi pedoman diet yang berkaitan dengan konsumsi telur untuk orang dewasa sehat di Cina.”

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.