Mengapa Rambut Bisa Jadi Beruban?

MEPNews.id – Umumnya kita mengalami ‘ubanan’ pertama saat menginjak usia 30, namun ada yang jauh lebih muda. Biasanya dimulai rambut di pelipis, kemudian menyebar ke seluruh permukaan kulit kepala. Sebagian menyembunyikan uban dengan cara dicabut atau diwarnai atau ditutupi. Sebagian lain malah bangga membiarkannya tumbuh.

Rodney Sinclair, profesor dermatologi di Epworth Hospital, University of Melbourne, di Australia, menulis untuk The Conversation 25 Mei 2018, mengungkapkan, ‘aturan main’ perubanan adalah pada usia 50 tahun maka setengah populasi manusia telah kehilangan warna di 50 persen rambut mereka.

Ketika para peneliti menguji aturan ini, mereka menemukan 74 persen orang berusia 45 – 65 memiliki uban dengan intensitas rata-rata 27 persen. Umumnya, pria lebih gampang beruban dibanding wanita. Orang-orang Asia dan Afrika memiliki uban lebih sedikit daripada orang-orang Kaukasia.

Pertanyaannya, apa sih yang menentukan warna rambut?

Warna rambut diproduksi oleh sel-sel yang dikenal sebagai melanosit, yang bermigrasi ke pangkal rambut saat folikel berkembang di dalam rahim. Melanosit menghasilkan pigmen yang dimasukkan ke dalam serat rambut tumbuh untuk menghasilkan rambut dalam berbagai nuansa alami.

Warna rambut tergantung pada kehadiran dan rasio dua kelompok melanin; eumelanin (pigmen coklat dan hitam) dan faeomelanin (pigmen merah dan kuning). Variasi dalam rasio pigmen ini dapat menghasilkan banyak warna dan nada. Biasanya, saudara kandung memiliki warna rambut sangat mirip.

Warna rambut bervariasi menurut tempat tumbuhnya di tubuh. Bulu mata berwarna paling gelap karena mengandung tingkat eumalanin tinggi. Rambut di kulit kepala biasanya berwarna lebih ringan daripada rambut di kemaluan karena lebih banyak pigmen faeomelanin. Warna merah mungkin ada di ketiak dan janggut, bahkan pada orang-orang yang berambut hitam atau coklat di kepala.

Hormon perangsang melanosit dapat menggelapkan warna rambut, seperti halnya estrogen dan progesteron tinggi yang diproduksi dalam kehamilan. Obat-obatan tertentu, misalnya yang untuk mencegah malaria, dapat membuat warna rambut lebih terang. Beberapa obat epilepsi dapat menggelapkan warna rambut.

Anak-anak yang lahir berambut pirang cenderung mengalami rambut lebih gelap pada usia sekitar tujuh atau delapan tahun. Mekanisme untuk ini masih belum diketahui, dan mungkin tidak terkait hormon. Itu karena pergantian warna berlangsung saat mereka belum masuk masa puber.

Orang tua yang baru sekali punya anak sering menemukan lapisan pertama rambut bayi mereka lebih gelap daripada yang diperkirakan. Setelah rambut pertama dicukur, sekitar usia 8 hingga 12 bulan, baru didapatkan indikasi lebih jelas dari warna rambut anak pertama itu.

Pertumbuhan

Pertumbuhan rambut manusia bersifat siklus. Selama fase anagen, rambut tumbuh terus dengan laju kira-kira 1 cm per bulan. Anagen bisa bertahan tiga sampai lima tahun di kulit kepala dan menghasilkan rambut yang tumbuh antara 36 hingga 60cm.

Pada akhir fase anagen, folikel mati. Maka, pertumbuhan rambut berhenti selama tiga bulan. Menjelang akhir fase istirahat (telogen), rambut dilepas dan folikel tetap kosong sampai fase anagen dari siklus itu dimulai kembali.

Produksi pigmen juga naik-turun seirama siklus rambut. Ketika sel-sel pigmen mati pada akhir siklus rambut, dan gagal untuk kembali pada permulaan siklus berikutnya, maka rambut mulai menjadi berwarna putih.

Kehilangan warna

Faktor genetik tampaknya penting dalam menentukan kapan manusia mulai beruban. Kembar identik umumnya mulai beruban pada usia yang sama, dengan tingkat dan pola mirip. Namun, para ilmuwan belum bisa mengidentifikasi gen pengontrolnya.

Stres bisa menyebabkan tumbuhnya uban? Sejauh ini, belum ada bukti ilmiah untuk menghubungkan antara mulainya beruban dengan stres, diet atau gaya hidup.

Penyakit-penyakit autoimun tertentu, antara lain vitiligo dan alopecia areata, dapat merusak sel-sel pigmen dan menyebabkan rambut jadi uban. Namun, kondisi ini jarang terjadi. Kalau toh terjadi, itu hanya dapat menjelaskan sebagian kecil dari sumber uban.

Beruban lebih awal bisa terjadi pada sindrom penuaan dini antara lain; sindrom Hutchinson-progeria dan sindrom Werner saat mana setiap aspek penuaan di tubuh dipercepat. Beruban prematur juga dapat terjadi pada orang yang terkena anemia pernisiosa, penyakit tiroid autoimun, atau sindrom Down.

Tapi, mengapa produksi pigmen tidak kembali?

Pada akhir setiap siklus rambut, beberapa melanosit penghasil pigmen menjadi rusak dan mati. Jika reservoir sel induk melanosit di bagian atas folikel rambut dapat mengisi kembali pangkal rambut, ini bisa membuat produksi pigmen terus berlangsung. Tetapi, ketika reservoir sel induk habis, produksi pigmen bisa berhenti dan rambut berubah warna menjadi putih.

Para ilmuwan telah lama mengetahui, untuk mencegah rambut jadi uban diperlukan memperpanjang umur melanosit di umbi rambut. Caranya, dengan melindungi mereka dari cedera, atau memperluas reservoir sel induk melanosit di bagian atas folikel rambut, sehingga mereka terus mengganti sel pigmen yang hilang.

Sekelompok ilmuwan Prancis telah bisa mengidentifikasi serangkaian zat baru yang melindungi melanosit folikel rambut dari kerusakan pada akhir siklus rambut. Ini memungkinkan produksi pigmen untuk bangkit kembali segera setelah siklus rambut berikutnya dimulai.

Zat-zat itu bekerja meniru aksi enzim yang disebut DOPAchrome tautomerase. Enzim ini antioksidan alami dalam pangkal rambut yang melindungi melanosit dari kerusakan oksidatif. Dengan menduplikasi efek tautomerase DOPAchrome, metabolisme dan kelangsungan hidup melanosit segera membaik.

Zat baru ini diformulasikan menjadi produk yang dapat digunakan sebagai serum atau sampo semprot. Tetapi mereka tidak bisa mewarnai kembali uban atau mengembalikan sel-sel mati yang menghasilkan warna rambut. Sebaliknya, mereka hanya melindungi melanosit.

Jadi, bagi orang yang ‘tidak rela’ beruban, selalu pilihan baru di cakrawala. Namun, bila ikhlas menerima tumbuhnya uban, itu akan berkilau dan bernyala-nyala mewarnai masa depan.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.