Kedzaliman Akan Menghantarkan Pada Kebangkrutan Hakiki

Oleh Masruri Abd Muhit

MEPNews.id — Suatu ketika Rosululloh SAW bertanya kepada para sahabat, siapakah orang yang bangkrut (almuflis) pada kalian? Para sahabat menjawab, orang yang bangkrut pada kita adalah orang yang tidak ada harta dan tidak ada dana padanya.

Mendengar jawaban seperti itu rasulullah kemudian menerangkan pengertian bangkrut yang hakiki, kalau hanya bangkrut di dunia seperti itu masih bisa ditanggulangi, betapa banyak orang yang bangkrut seperti itu tapi kemudian bisa bangkit, move on, kalau kata anak sekarang, bahkan mereka yang kaya dan sukses kebanyakan pernah mengalami bangkrut dulu.

Bangkrut yang hakiki itu nanti di hari perhitungan amal, di akhirat, saat seseorang membawa pahala solat, puasa, zakat dan lainnya, namun dalam waktu yang sama dia telah membawa dosa memukul ini, menghina itu, dan mengambil harta ini, maka diambillah dari kebaikannya untuk menebus dosanya, dan apabila habis kebaikannya maka keburukan orang yg didzaliminya itu ditimpakan kepadanya. Itulah bangkrut yang sebenarnya, karena saat itu tidak ada kesempatan untuk beramal lagi.

Bunyi hadis tersebut sebagai berikut

عن أبي هريرة رضي الله عنه، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: أتدرون ما المفلس ؟ قالوا: المفلس فينا من لا درهم له ولا متاع .
فقال إن المفلس من أمتي من يأتي يوم القيامة بصلاة وصيام وزكاة، ويأتي وقد شتم هذا، وقذف هذا وأكل مال هذا، وسفك دم هذا، وضرب هذا، فيعطى هذا من حسناته، وهذا من حسناته، فإن فنيت حسناته قبل أن يقضي ما عليه، أخذ من خطاياهم فطرحت عليه، ثم طرح في النار رواه مسلم .

Dari Abi Huroiroh ra bahwa rosululloh saw bersabda, tahukah kalian apakah bangkrut itu? Mereka berkata, yang bangkrut di kita adalah orang yang tidak ada uang dan tidak ada harta.
Beliau bersabda, orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa solat, puasa dan zakat, dia datang dan telah menghina ini, menuduh ini, memakan harta ini, mengalirkan darah ini, dan memukul ini, maka ini diberi dari kebaikan kebaikannya dan ini dari kebaikan kebaikannya, apabila kebaikannya sudah habis sementara belum terbayarkan apa yang ada padanya, maka diambillah dari keburukan keburukan mereka terus dilemparkan kepadanya, untuk kemudian dilemparkan dia ke dalam neraka. HR Muslim.

Kelakuan tidak baik seseorang yang tidak menyenangkan kepada yang lain berupa kedzaliman bisa menjadikannya bangkrut di akhirat kelak, baik berupa kedzaliman psikologis yang dalam hadis di atas dinyatakan dengan menghina ini dan menuduh ini (syatama hadza wa qodzafa hadza), atau kedzaliman finansial yang dalam hadis di atas dinyatakan dengan mengambil harta ini (akhodza mala hadza), ataupun kedzaliman phisik yang dalam hadis di atas dinyatakan dengan mengalirkan darah dan memukul ini (safaka dama hadza wa qotala hadza).

Hati hati dengan kedzaliman, jangan mentang mentang berkuasa dengan mudahnya berlaku dzalim pada yang berada dalam kekuasaannya, jangan karena sudah senior berlaku sewenang wenang pada yuniornya, jangan karena kuat terus dengan seenaknya melakukan penindasan pada yang lemah, jangan karena memiliki wewenang kemudian menyalahgunakan wewenangnya untuk membully yang lainnya.

Ingat semua itu kedzaliman yang bisa membuat bangkrut, mungkin yang didzalimi diam saja tidak melakukan perlawanan atau menunjukkan ketundukannya, padahal bisa jadi di belakang diam diam mengadu kepada Allah swt mendoakan jelek pada yang telah berlaku dzalim. Takutlah doa orang yang terdzolimi, karena doa mereka tidak terhalang dari Tuhan ilahi robbi.

Allah mengharamkan kedzaliman pada diriNya dan mengharamkannya antar manusia.

Allah berfirman dalam surat Alkahfi 49

ولا يظلم ربك أحدا

Dan Tuhanmu tidak mendzalimi seorang pun.

Dalam hadis qudsiy riwayat Imam Muslim dari Abi Dzarr Algifari r.a dari rosulullah saw bahwa Tuhannya berfirman

يا عبادي إني حرمت الظلم على نفسي و جعلته بينكم محرما

Wahai hambaKu, sesungguhnya Aku mengharamkan kedzaliman pada diriKu dan Aku menjadikannya haram di antara kalian.

Dalam riwayat Muslim, rosulullah saw bersabda

اتقوا الظلم فإن الظلم ظلمات يوم القيامة

Takutlah berbuat dzalim, sesungguhnya kedzaliman itu banyak kegelapan pada hari kiamat.

Dalam surat Ibrahim 42 Allah berfirman

لا تحسبن الله غافلا عما يعمل الظالمون إنما يؤخرهم ليوم تشخص فيه الأبصار

Janganlah kamu menyangka Allah lalai terhadap apa yang dilakukan oleh orang orang yang dzalim, Dia menangguhkan mereka untuk hari dimana mata mata akan terbelalak.

Dalam surat Gofir 52 disebutkan

يوم لاينفع الظالمين معذرتهم و لهم اللعنة و لهم سوء الدار

Pada hari alasan orang orang dzalim tidak bermanfaat, bagi mereka lak at dan bagi mereka kampung yang jelek.

Semoga kita terjauh dari perilaku dzalim.

Daris, 9 Romadlon 1439

Facebook Comments

POST A COMMENT.