Kicak….Uaseli…Ennaak…

MEPNews.id – Tak pernah ada yang membosankan di Jogjakarta. Selain masyarakatnya yang komunal, tempat-tempat tujuan wisatanya juga terus berkembang. Yang juga bikin kangen, kebanyakan kulinernya juga sangat mengesankan. Nah, tiap bulan Ramadhan, ada makanan khas yang selalu jadi incaran pembeli saat digelar pasar kaget di kawasan Kauman. Cemilan itu bernama ‘Kicak.’

Entah, dari mana nama ‘kicak’ itu berasal. Konon, Mbah Wono sudah membuat jajan ini sejak 1960-an. Istri dari mantri di Rumah Sakit Muhammadiyah itu menambah penghasilan dengan berjualan jajanan di kediamannya di Jl Ahmad Dahlan. Pelanggannya sebagian besar perawat, dokter, mantri dan karyawan rumah sakit. Lalu usaha jajannya berkembang dari bisnis keluarga ke outsource. Kicak makin populer pada1980-an seiring berkembangnya pasar Ramadhan. Masalahnya, Mbah Wono sudah meninggal pada 2014 dalam usia 81 tahun. Jadi, tidak bisa lagi mengisahkan sejarah nama kicak.

Ah, apa lah artinya sebuah nama. Bagi cemilan, yang lebih berarti adalah rasa. Nah, rasa kicak ini gurih dan manis, dengan aroma nangka berpadu kelapa dan pandan. Makanan utamanya bertekstur lembut dan kenyal. Taburannya gurih krenyes…krenyes… Warnanya putih dan kecokelatan dengan topping potongan nangka dan daun pandan. Begitu dikunyah di mulut, rasa nikmatnya seperti lengket tak mau pergi.

Bahan utama kicak adalah singkong yang diparut. Bahan tambahan adalah jadah alias nasi ketan. Bahan penyedapnya; kelapa parut, gula merah, sedikit garam halus. Agar aromanya kuat, diselipkan daun pandan dalam bentuk tali simpul, dan daun pisang untuk membungkus.

Singkong diaduk bersama garam hingga tercampur rata, dibungkus daun pisang, lalu dikukus. Matang, kicak dipotong melintang tipis lalu didiamkan. Sementara, air ditambah kelapa parut, gula pasir, garam, dan daun pandan, dipanaskan sampai agak mendidih. Nah, masukan potongan kicak tadi ke dalam rebusan, sambil diaduk sesekali, sampai matang. Sudah.

Eh, agar rasa dan aromanya nendang, jangan lupa tambahkan potongan nangka dan daun pandan. Jadah yang sudah lumer juga bisa dipadukan.

kicak plastik

Kicak dalam kemasan plastik. (foto: Instagram@anggitha_filli)

Selain model tradisonal di Kauman pada bulan Ramadhan, kicak juga dijual dalam wadah yang modern di berbagai tempat di Jogja dan bisa ditemui hamper kapan saja. sudah banyak warung atau toko yang menjual kicak dalam wadah plastik sehingga lebih awet dipajang. Meski beda wadah, ciri khas rasa manis dan gurih dengan tekstur kenyal dan lembut tetap dipertahankan semua produsen.

Facebook Comments

POST A COMMENT.