Nanopartikel Daun Teh Hancurkan Kanker Paru

MEPNews.id – Pohon teh memang punya banyak manfaat. Penemuan paling baru, nanopartikel dari daun teh bisa menghambat pertumbuhan sel kanker paru-paru dan menghancurkan 80 persen mereka. Hasil kejutan ini didapatkan lewat penelitian tim dari Swansea University bersama dan tim dari India.

Dikabarkan ScienceDaily edisi 21 Mei 2018, tim ini membuat penemuan saat menguji metode baru untuk menghasilkan nanopartikel yang disebut ‘titik-titik kuantum’ (quantum dots). Ini adalah partikel berukuran kurang dari 10 nanometer. Sekadar perbandingan, tebal rambut manusia 40.000 nanometer.

Nanopartikel memang sudah biasa digunakan dalam perawatan kesehatan. Namun, titik-titik kuantum ini relatif baru menarik perhatian para peneliti. Meski demikian, benda kecil ini menunjukkan janji untuk bisa digunakan dalam aplikasi berbeda; dari komputer dan sel surya hingga pemidaian tumor dan pengobatan kanker.

Titik-titik kuantum ini dapat dibuat secara kimia. Tapi prosesnya rumit dan mahal, serta memiliki efek samping beracun. Maka, tim peneliti dari Swansea University dan dua kampus dari India mengeksplorasi metode alternatif berbasis tanaman tidak beracun untuk menghasilkan titik-titik kuantum. Mereka menggunakan ekstrak daun teh.

Daun teh mengandung berbagai macam senyawa, antara lain; polifenol, asam amino, vitamin dan antioksidan. Para peneliti mencampur ekstrak daun teh dengan kadmium sulfat (CdSO4) dan natrium sulfida (Na2S). Proses ini memungkinkan larutan berinkubasi, yang kemudian menyebabkan terbentuknya titik-titik kuantum.

Peneliti lalu mencoba menerapkan titik-titik kuantum ke sel kanker paru. Apa hasilnya?

  • Daun teh adalah metode yang lebih sederhana, lebih murah dan kurang beracun untuk memproduksi titik-titik kuantum, jika dibandingkan dengan menggunakan bahan kimia. Temuan ini mengkonfirmasikan hasil penelitian lain di lapangan.
  • Titik-titik kuantum yang dihasilkan dari daun teh bisa menghambat pertumbuhan sel kanker paru. Mereka bisa menembus ke nanopori sel kanker dan menghancurkan hingga 80% dari mereka. Nah, ini penemuan baru –sekaligus menjadi kejutan yang baik bagi tim.

Dr Sudhagar Pitchaimuthu, dari Swansea University dan Ser Cymru-II Rising Star Fellow, yang menjadi peneliti utama proyek ini, mengatakan, “Penelitian kami mengkonfirmasi bukti sebelumnya bahwa ekstrak daun teh dapat menjadi alternatif non-toksik untuk membuat titik-titik kuantum. Namun, kejutan yang sebenarnya adalah titik-titik kuantum ini secara aktif bisa menghambat pertumbuhan sel kanker paru. Kami tidak menduga ini.”

Titik-titik kuantum CdS (Kadmium Sulfida) dari ekstrak daun teh ini menunjukkan emisi fluoresensi luar biasa lebih banyak dalam bio-imaging sel kanker daripada nanopartikel CdS konvensional. Oleh karena itu, titik-titik kuantum merupakan jalan sangat menjanjikan untuk dijelajahi dalam mengembangkan perawatan baru terhadap kanker. Mereka juga memiliki aplikasi lain, misalnya cat anti-mikroba yang digunakan di ruang operasi, atau di krim matahari.

Dr Pitchaimuthu menguraikan langkah-langkah selanjutnya untuk penelitian ini. “Setelah penemuan menarik ini, langkah selanjutnya adalah meningkatkan operasi kami. Semoga ada bantuan dari kolaborator lain. Kami ingin menyelidiki peran ekstrak daun teh dalam pencitraan sel kanker, dan interface di antara titik-titik kuantum dengan sel kanker. Kami juga ingin mendirikan ‘pabrik titik-titik kuantum’ yang memungkinkan kami mengeksplorasi lebih lengkap cara-cara mereka dapat digunakan.”

Hasil penelitian ini diterbitkan di jurnal Applied Nano Materials dengan judul Green-Synthesis-Derived CdS Quantum Dots Using Tea Leaf Extract: Antimicrobial, Bioimaging, and Therapeutic Applications in Lung Cancer Cells oleh; Kavitha Shivaji, Suganya Mani, Ponnusamy Ponmurugan, Catherine Suenne De Castro, Matthew Lloyd Davies, Mythili Gnanamangai Balasubramanian, Sudhagar Pitchaimuthu.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.