Elok Nian Pendidikan dengan Full Diniyah School dan Full Day School

By: Syaifulloh

Penikmat Pendidkan

MEPNewsmid Sepenggal perjalanan pendidikan di Indonesia dengan berbagai versi dan pembaharuan dalam rangka menyesuaikan perkembangan kebutuhan pengetahuan yang diperoleh dari olah pikir dan olah rasa pada setiap individu dalam menggunakan logika secara maksimal.

Pada dasarnya setiap makhluk hidup yang bernama manusia, sepanjang perjalanannya di dunia, disadari atau tidak disadari menjadikan belajar adalah kebutuhan yang beriringan sesuai dengan kebutuhan dimana manusia hidup.

Penyesuaian manusia dimana dia hidup adalah proses “long life educationt” menyesuaikan tingkat umur dan kemampuan yang menjadi kenyataan hidup di lingkungannya.

Model seperti di atas dinamakan dengan *Full Day Educationt*, pendidikan sepanjang hari. Proses pendidikan sepanjang hari ini menjadikan manusia pembelajar. Manusia yang terus menerus melakukan aktualisasi diri di dalam memenuhi kualitas keilmuannya.

Manusia pembelajar di dalam belajar tidak dibatasi oleh tempat dan waktu, dalam aktualisasi dirinya selalu mencari olah fikir yang dapat memenuhi kebutuhan kedahagaan otaknya agar dapat nutrisi yang baik dalam mengembangkan logika berfikir sebagai kodrat dari manusia berakal.

Full Day School adalah tipikal pola pendidikan masa depan yang dapat membantu manusia kecil menuju manusia dewasa dengan memanfaatkan karunia terbesar dari Alloh SWT sebagai khalifah di bumi ini. Orang tua sebagai pendidik juga memiliki kontribusi mendidik anaknya sendiri ketika di rumah. FDS ini cocok bagi orang tua yang tidak bisa memondokkan anaknya karena adanya beberapa faktor.

Menjelang ajaran baru 2018/2019 tahun ini program Full-Day School sudah mulai direspon oleh sekolah-sekolah negeritidak seperti tahun kemarin yang terjadi penolakan FDS di beberapa tempat. Tahun kemarin terjadi perdebatan dan penolakan yang cukup menggairahkan antara konsep 5 hari sekolah yang diterapkan Pemerintah di sekolah-sekolah di Indonesia. Konsep 5 hari sekolah ini ada yang mengkhawatirkan akan menjadi masalah bagi keberlangsungan Madrasah Diniyah di kemudian hari.

Kekhawatiran yang sangat manusiawi sebagai manusia tetapi sebagai orang Islam yang memiliki keimanan tentunya harus percaya bahwa segala sesuatu pasti kehendak dari Alloh SWT. Jika kehendak Alloh SWT diambil oleh manusia, maka kekhawatiran kehilangan rezeki dan kesempatan akan selalu menghantui diri manusia.

Penghambaan berlebihan kepada aktivitas dunia bisa jadi akan melupakan esensi dari kehidupan manusia di dunia bahwa segala sesuatu di dunia ini hanya menjadi tempelan saja sehingga perjuangan apapun menjadi sia-sia karena manusia berfikir dan bertindak menggunakan hawa nafsunya.

Ketika manusia sudah berkesimpulan bahwa kontribusi pendidikan yang dilakukan menjadi salah satu keberhasilannya dan dibanggakan kepada manusia yang lain, maka apa yang dilakukan bisa disebut dengan keujuban dan keriyaan yang dilembagakan oleh masing-masing.

Full Diniyah School (FDS) yang selama ini sudah dijalankan oleh lembaga-lembaga pendidikan Islam sudah terbukti eksis di sepanjang perjalanan sejarah Indonesia. FDS ini memberikan kontribusi besar di dalam pencerdasan agama di masyarakat

FDS dengan basis keagamaan yang kuat tetaplah diminati oleh masyarakat secara luas karena setiap orang tua yang beragama Islam dan memiliki anak, pastilah menginginkan kalau mereka meninggal, anaknya bisa mendoakan dan mengirim doa di setiap waktu.

Semakin banyak varian pola pendidikan Islam akan menguatkan pendidkan Islam dalam pengembangan akhlaqul Karimah peserta didik. Pola varian ini semestinya antar lembaga pendidikan Islam saling menguatkan agar maslahah bagi pengembangan Islam.

Bagi pendidikan Islam pasti mengetahui bagaimana awalnya FDS (Full Day School) ini mulai tumbuh di sekitar tahun 90-an. Dari pola pikir dan pertanyaan sederhana saja, yaitu: siapa yang ngopeni anak-anaknya orang Islam setelah pulang dari sekolah yang tidak memiliki akses untuk mengikuti madrasah diniyah.

Jadi FDS (Full Diniyah School) dengan segala kebesaran dan kehebatannya selama perjalanan dakwah Islam di Indonesia sudah terbukti tetap eksis mulai Islam masuk di Indonesia sampai hari ini masih berjalan dengan baik.

Kalau ada pihak yang ketakutan dengan hadirnya FDS (Full Day School) yang akan mematikan FDS (Full Diniyah School) maka perlu menata hati lagi. Niatan ikhlas para pendiri Madrasah Diniyah akan selalu terjaga, dan tidak ada satupun murid-murid alumni madrasah Diniyah akan rela mematikan Madinnya.

Sungguh elok nian pendidkan bila masyarakat melihat banyak varian pendidikan yang saling menguatkan akhlaq peserta didik, dan mereka adalah penerus perjuangan Islam di Indonesia.
Maka warisilah mereka dengan rasa persaudaraan yang erat dan saling bahu membahu dalam persamaan di dalam perbedaan.

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.