Takjil Asida dari Ambon, Rasanya Asyiik…Dah!

MEPNews.id – Sebenarnya, asida bisa didapatkan kapan saja dan enak dinikmati terutama pada musim hujan. Namun, pada bulan Ramadhan, cemilan agak berat ini bertebaran di sentra-sentra takjil di Maluku. Lihat saja bursa kue kawasan simpang Masjid Raya Alfatah atau di kampung kuliner Desa Batumerah. Makanan paduan Arab-Maluku ini banyak diserbu pembeli.

Cemilan ini punya tampilan khas mirip potongan bola dengan lobang di tengah. Warnanya kecoklatan dengan variasi sesuai selera. Teksturnya kenyal mirip dodol ketan tapi lebih mudah hancur karena berbahan terigu. Maka, tak perlu perjuangan berat untuk menggigitnya atau memotongnya dengan sendok. Rasanya,…hmmmm… sangat manis, gurih, hangat, isis dengan aroma rempah.

Di Libya, asida untuk anak-anak dibentuk dengan wajah lucu. (image; courtesy of Instagram@happyf00d)

Di Libya, asida untuk anak-anak dibentuk dengan wajah lucu. (image; courtesy of Instagram@happyf00d)

Asida dari bahasa Arab: عصيدة. Makanan ini juga bisa dijumpai di Timur Tengah dan sisi utara dan timur benua Afrika. Konon, kue ini dibawa para saudagar Arab yang ikut jalur perdagangan rempah tahun 1400-an ke Jazirata Al Mulk (Negeri Para Raja) yang sekarang dikenal sebagai Kepulauan Maluku. Dari jalur dagang ini, Asida menyebar ke desa-desa Muslim di Pulau Ambon dan sekitarnya.

Di dunia Arab, asida berupa bubur kenyal hitam dilapisi krem dan ditaburi berbagai kacang-kacangan. Bahan utamanya tepung gandum zagugu, gula pasir dan air. Untuk lapisan kremnya ada susu, kuning telur, vanili dan maizena. Di kota-kota besar semacam Tunis di sisi utara Afrika, asida jadi teman minum kopi di kafe-kafe. Banyak juga dijual dalam boks plastik di supermarket.

Di Ambon dan Maluku, asida dibuat dari bahan dasar tepung terigu dan gula kelapa. Untuk membuatnya, gula merah dimasak dengan secangkir air, lalu ditambahkan kayu manis, daun pandan, dan kapulaga. Aduk terus sampai gula mencair. Setelah itu, didinginkan. Kemudian, dicampur dengan terigu, dimasukkan ke dalam wajan, dan dipanaskan. Adonan, dilumerkan dengan mentega, diaduk terus sampai lengket. Setelah lengket, adonan diangkat, dimasukkan wadah untuk dibentuk seperti kubah, dan dilubangi tengahnya, lalu disiram dengan mentega cair. Agar rasanya tambah asyik, asida bisa ditaburi gula pasir halus, kayu manis, mentega cair, atau biji gardamon yang didatangkan dari Arab. Unsur kapulaga atau gardamon ini membuat asida terasa hangat dan isis di mulut dan di perut.

Lembutnya asida bagus untuk mengisi perut kosong saat berbuka. Manisnya rasa asida juga baik untuk mengembalikan energi tubuh setelah berpuasa. Karena itu, kue khas Arab-Maluku ini enak dinikmati bersama teh hangat di sore sebagai camilan berbuka puasa. Di jagad Arab, asida dinikmati dengan madu dan minyak samin. Di Ambon, Asida dicocol dengan mentega cair. Sama enaknya.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.