PKBM dan LKP, Mungkinkah Menjadi LSP Mubaligh dan Mubalighah?

Oleh Guruh Suasana Edy

MEPNews.id – Sertifikasi mubaligh – penceramah indonesia? TUK (tempat uji kompetensi) Mubaligh peluang bagi LKP, PKBM untuk menjadi LSP (lembaga sertifikasi profesi), karena 200 ulama yang ditetapkan kemenag sepihak, banyak pro kontra alangkah baiknya jika melibatkan LSP (lembaga sertifikasi profesi) dari BNSP?

Dasarnya UU Ketenaga Kerjaan Nomor 13 Tahun 2003, Pemerintah (PP) Nomor 23 Tahun 2004 tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan juga PP 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional. Toh memang sebagian menjadikan mubaligh atau penceramah sebagai profesi lebih baik di akui saja sebagai profesi.
Mengapa sertifikasi kompetensi kerja diperlukan? Sertifikasi kompetensi kerja adalah merupakan suatu pengakuan terhadap tenaga kerja yang mempunyai pengetahuan, ketrampilan dan sikap kerja sesuai dengan standar kompetensi kerja yang telah dipersyaratkan, dengan demikian sertifikasi kompetensi memastikan bahwa mubaligh (pemegang setifikat) tersebut terjamin akan kredibilitasnya dalam melakukan suatu pencerahan keislaman yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya.
Disisi lain seorang Mubaligh juga menjadi figure atau contoh baik dalam hal bersikap, bertindak, berfikir atau dalam hal beribadah dan mengambil keputusan. Sehingga di era-globalisasi ini sangat dibutuhkan para Mubaligh yang ber-SDM tinggi.

Termasuk dengan menjadikan para sarjana yang mubaligh atau mubaligh yang sarjana yang mana disamping Mubaligh Mengajarkan Aqidah dan syariat dalam islam, mereka juga bisa memotifasi dan membekali dengan ilmu duniawi sebagai bekal mereka dalam menghadapi kecanggihan zaman now.
Sekali lagi TUK (tempat uji kompetensi) Mubaligh peluang bagi LKP, PKBM untuk menjadi LSP (lembaga sertifikasi profesi) abaikan saja hanya curcol. ***
Penulis: Pengelola PKBM Mentari Klaten Jawa Tengah

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.