Virus Misterius di Babi bisa Mematikan Manusia

MEPNews.id – Hati-hati jika berhubungan dekat dengan babi. Di dalam tubuh babi terdapat virus yang baru diidentifikasi. Menurut penelitian, virus misterius ini dapat menimbulkan ancaman yang berpotensi mematikan bagi populasi manusia.

Sebagaimana dikabarkan John von Radowitz dalam The Mirror edisi 14 Mei 2018, uji laboratorium menunjukkan porcine deltacoronavirus bisa melompat di antara sel-sel spesies berbeda termasuk dari babi ke manusia.

Virus yang pertama kali terdeteksi di Cina pada 2012 ini menunjukkan kemiripan dengan virus mematikan penyebab Sars (sindrom pernafasan akut berat) dan Mers (sindrom pernapasan Timur Tengah) yang telah meminta korban lebih dari 1.000 jiwa.

Profesor Linda Saif, yang melakukan penelitian atas virus itu di Ohio State University, Amerika Serikat, mengatakan, “Kami sangat khawatir dengan jenis coronavirus ini; khawatir tentang bahaya yang dapat mereka lakukan terhadap hewan dan potensi mereka untuk menular ke manusia.”

Ketika pertama kali diidentifikasi pada babi di Cina, porcine deltacoronavirus tidak terkait dengan penyakit. Kemudian, pada 2014, virus ini ditemukan menjadi penyebab wabah diare di antara anak-anak babi di Ohio. Babi yang terinfeksi mengalami diare akut, muntah, lalu mati. Sejak itu, porcine deltacoronavirus muncul pada babi-babi di berbagai negara bagian di Amerika Serikat. Virus ini juga ditemukan di Korea.

Penelitian terbaru yang dilaporkan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Sciences itu menunjukkan porcine deltacoronavirus menarget molekul reseptor spesifik pada permukaan sel yang melapisi saluran udara dan saluran pencernaan. Dengan mengunci diri ke reseptor itu, enzim multifungsi yang disebut aminopeptidase N memungkinkan porcine deltacoronavirus mendapatkan akses ke inangnya. Di laboratorium, virus terikat pada reseptor itu ternyata tidak hanya pada babi seperti yang awalnya diduga. Tapi juga bisa terjadi pada ayam, kucing, dan manusia.

Dr Scott Kenney, dari Program Penelitian Kesehatan Makanan Hewani di Universitas Ohio, yang juga peneliti utama, mengatakan, “Reseptor itu seperti kunci pada pintu. Jika dapat mengambil kuncinya, virus bisa masuk ke dalam sel dan berpotensi menginfeksi inangnya. Dari titik itu, tinggal menunggu bagaimana virus bisa bereplikasi di dalam sel dan menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia.”

Sejauh ini memang belum ada laporan tentang manusia yang terinfeksi porcine deltacoronavirus. Tapi, kata para peneliti, ada kesamaan yang mengkhawatirkan antara virus babi itu dengan virus Sars and Mers.

Pada 2002 dan 2003, wabah Sars yang dimulai di Cina menimbulkan 774 kematian di 37 negara. Para ilmuwan kemudian mengetahui virus Sars berasal dari kelelawar sebelum menyebar ke manusia.

Virus Mers diyakini berpindah ke manusia dari unta. Wabah Mers yang berlangsung di Arab Saudi sejauh ini telah menyebabkan lebih dari 1.800 kasus infeksi dan 708 kematian.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.