Mengenal New Southbound Policy Lewat TETO

MEPNews.id – Senin 14 Mei 2018, mahasiswa Hubungan Internasional UPN Veteran Jawa Timur, yang tergabung dalam Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), mengunjungi Taipei Economic and Trade Office (TETO) Surabaya di Jalan Indragiri 49.

teto 2

Para mahasiswa HI UPN V Jatim berfoto bersama Director General TETO Surabaya dan Deputy Director.

TETO merupakan kantor perwakilan pemerintah Taiwan di Surabaya. Meski namanya terkesan urusan ekonomi dan perdagangan, kantor ini juga menangani kepentingan Taiwan sekaligus mempromosikan hubungan bilateral antara Indonesia dengan Taiwan.

Para mahasiswa bersemangat karena berniat menambah pengetahuan lebih dalam mengenai Taiwan beserta kebijakan luar negeri New Southbound Policy hingga informasi tentang pendidikan di bumi Formosa.

“Acara ini untuk mendekatkan mahasiswa jurusan Hubungan Internasional ke institusi diplomatik. Agar teman-teman tidak hanya berpaku pada kelas atau  buku-buku, melainkan juga bertemu dan berdialog bersama praktisi hubungan internasional,” kata Della Echa Akse selaku ketua pelaksana.

Penyerahan merchandise dari Ketua FPCI pada Jeffrey Hsiao Director General TETO Surabaya.

Penyerahan merchandise dari Ketua FPCI pada Jeffrey Hsiao Director General TETO Surabaya.

Sesi dimulai dari lantai satu berupa pengenalan terhadap kegiatan legalisir dokumen, antara lain; visa ketenagakerjaan, kunjungan, nikah, dan lain sebagainya. Setelah itu peserta diajak ke lantai empat untuk mendengarkan seminar yang disampaikan Jeffrey Hsiao selaku Director General TETO Surabaya dan Rosa Chan sebagai Deputy Director.

“Kunjungan ini bentuk komunikasi dua arah yang baik antara TETO Surabaya dengan mahasiswa maupun berbagai organisasi serta komunitas lain di Surabaya. Kami senang karena dapat mengenalkan Taiwan lebih dalam kepada teman-teman semua. Jangan ragu untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke Taiwan karena sangat nyaman dan berkualitas. Biaya hidup juga tidak terlalu mahal seperti yang dipikirkan,” ujar Hsiao pada wartawan MEPNews.

Oleh-oleh madu dan buku dari Taiwan.

Oleh-oleh madu dan buku dari Taiwan.

Dalam seminar, ia menjelaskan New Southbound Policy berfokus pada ekonomi dan perdagangan, pertukaran bakat, resource sharing dan konektivitas kawasan khususnya di Asia Tenggara. Salah satu implementasi kebijakan ini ialah kemudahan mengurus Visa bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara ditambah India untuk melakukan perjalanan wisata, pertukaran budaya, bisnis, dan lain sebagainya.

Ia menjelaskan, fungsi kantor TETO yang telah berdiri di Surabaya sejak 2015 adalah komitmen untuk meningkatkan hubungan antara Indonesia dengan Taiwan. Tiga fokus hubungan tersebut yakni pariwisata, pendidikan dan ketenagakerjaan karena banyak TKI yang ke Taiwan.

Di akhir sesi seminar, Rosa Chan mengingatkan pemuda-pemudi kota Surabaya ingin melanjutkan pendidikan ke wilayah yang dipimpin Presiden Tsai Ing-wen ini untuk melihat situs www.studyintaiwan.org. (Stefanus Ari & Marselinus Richardo)

Facebook Comments

POST A COMMENT.