Implan Neurostimulasi Cepat Pulihkan Stroke

MEPNews.id – Ada kabar baik bagi penderita stroke. Para peneliti di Ohio State University di Amerika Serikat menciptakan perangkat neurostimulasi (merangsan syaraf) yang ditanamkan ke tubuh pasien stroke. Alat ini terbukti membantu mereka pulih lebih cepat. Implan, yang bekerja dengan cara merangsang saraf vagus pasien, bisa membantu memperbaiki sirkuit otak dan membantu memulihkan fungsi motorik tertentu.

Alat yang disebut Vivistim ini terhubung ke saraf vagus melalui implan di dinding dada pasien (semacam alat pacu jantung). Vivistim saat ini dalam tahap uji klinis.

Eksperimen sebelumnya menunjukkan, 85 persen pasien mendapat manfaat dari stimulasi saraf. Cara ini lebih cepat daripada rehabilitasi konvensional. Dengan teknik yang ada saat ini, butuh waktu bertahun-tahun bagi korban stroke untuk mendapatkan kembali kendali motorik mereka. Implan vivistim membantu mempercepat proses itu.

Dr. Marcie Bockbrader, psikiater penelitian di Wexner Medical Center di Ohio State University, dikutip Brittany A. Roston untuk SlashGear edisi 14 Mei 2018, mengatakan, “Stimulasi saraf ini seperti menyalakan saklar, membuat otak pasien lebih mudah menerima terapi. Tujuannya untuk melihat apakah kita dapat meningkatkan pemulihan motorik pada orang dengan ‘alat pacu otak’ yang ditanam di tubuh mereka. Idenya adalah menggabungkan ‘alat pacu otak’ ini dengan rehabilitasi normal. Kita akan melihat apakah pasien yang telah melalui semua terapi biasa lainnya bisa menjadi lebih baik.”

Menurut humas penelitian Ohio State University, relawan dalam eksperimen ini menjalani tiga sesi 1 jam ‘fisioterapi intensif’ per minggu hingga total enam minggu. Separo relawan penelitian mendapatkan terapi standar seperti biasanya. Separo lainnya menerima stimulasi Vivistim yang bekerja dengan menstimulasi saraf saat latihan dilakukan dengan benar. Vivistim membantu melatih otak untuk mengingat gerakan khusus.

Perangkat ini dibuat berdasarkan penelitian yang sudah ada. Stimulasi saraf vagus secara potensial bisa mendorong otak untuk melepaskan neurotransmiter yang membantu membentuk koneksi saraf baru. Proses ini dapat membantu mengembalikan fungsi syaraf. Misalnya, membangkitkan syaraf di ujung anggota tubuh yang kena stroke.

Baca Juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.