Surat untuk Anak-anak Teroris

MEPNews.id —- Engkau bayi yang terlempar tiga meter, dan kau hidup, sedang kedua orang tuamu dan kakak-kakakmu mati, meledakkan diri

Engkau anak kehidupan ini, sayangku dan aku mencintaimu

Nilai kemanusiaan itu dari seberapa besar engkau mengasihi umat manusia lain, bukan dari berapa banyak yang kau bunuh masa depaannya, nilai2 kemanusiannya, —- dan ketika orang tuamu membunuh manusia lain yang tak berdosa, maka kalian telah membunuh umat manusia keseluruhan

Nilai dari daya hidupmu bukan dari seberapa besar daya ledak bom dipangkuanmu, —- tapi dari seberapa besar kau menumbuhkan benih2 kasih sayang dan cinta kasih terhadap umat manusia

Bahkan derajat dari seseorang itu bukan ditentukan keberanianmu melukai orang lain, —- tapi ditentukan keberanianmu memikul dan menjaga kemanusiaan, dengan cinta kasih dan rasa syukurmu kepada Tuhan Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri, di hadapan pintu Tuhan, yang dijaga para Malaikat Arsy

Engkau anakku — dan anak segala kemanusian — dan aku mencintaimu ..!
Jangan ikuti jalan gelap orangtua dan kakak-kakakmu — karena surga tak dihadiahkan kepada manusia yang membunuhi manusia lainnya!

Hidupmu kelak akan sendiri anakku — dan tiap manusia juga hidup sendiri di hadapan Tuhan — betapa menyakitkan bila kau makin membenci umat manusia!

Kelak .. hiduplah dan besarlah dengan melupakan masa lalu keluargamu, maka di bawah sinar matahari masa depanmu niscaya akan tercurah kebahagiaan yang senantiasa menumbuhkan benih2 kemuliaan kehidupanmu, selama2nya.

Nilai manusia terletak pada kebahagiaan apa yang
dihasilkannya, — bukan dari sebanyak apa penderitaan yang ditinggalkan kepada orang lain!

Anak2ku — dan kalian anak kehidupan ini —dan aku mencintaimu..!

Bahkan untuk seekor lalat yang kotor pun, jangan membunuhnya — sekalipun lalat tak menghasilkan madu, — tapi pada tiap2 yang diciptakan Tuhan, maka Tuhan sendiri yang merencanakan manfaatnya.

Tak ada yang sia2 di muka bumi ini..!

Tapi banyak di antara kalian menderita karena pilihanmu sendiri —- kebencianmu sendiri atas buah kebencian dari orang lain

Kalian bersuku2 dan berbangsa2 —- untuk saling mengenalinya — sebagai mana malam dan siang jadi pertanda dan hitungan nikmat Tuhanmu atas kehidupanmu ini.
Lalu nikmat Tuhanmu mana lagi yang akan kau dustakan?

Engkau anak2ku dan aku mencintaimu ..!
Di antara malam dan siang ada tanda2 kebesaran Allah, bagi kaum yang berpikir.

Percayalah … Tuhan punya rencana-Nya sendiri untuk kehidupan ini, untukmu kehidupanmu dan semua umat manusia sebagai khalifah di atas muka bumi ini — tapi manusia sesungguhnya yang berbuat kerusakan dan kehancuran atas nama keyakinan2nya sendiri ..!!

Percayalah … kehidupan selalu memaksamu minum ramuan pahit, — tapi dengan itu cara Tuhan menyembuhkanmu dengan anugerah-Nya yang manis dan tiada batas.

Engkau anakku dan anak kehidupan — dan aku mencintaimu selalu..!

Keindahan surga adalah sesuatu yang menarik jiwamu, dan jiwa segala umat manusia — tapi tak ada jalan ke surga yang dilalui dari jalan kegelapan

Di dunia ini, semua dari kita adalah tahanan, manusia jadi musuh manusia lain, bahkan manusia yang patah hati dan lemah iman akan memuhi Tuhan!

Kebahagiaan hidup bukan karena mengadili umat manusia lain dengan keyakinan2mu sendiri, — tapi karena kemuliaan hatimu lah saat bisa menerima bahwa tak seekorpun manusia yang dicipta sama denganmu!

Mencintai umat manusia adalah mencintai kehidupan!

Mencintai kehidupan dan umat manusia bahkan kau telah mencintai Tuhan !

Siapa yang penuh belas kasih kepada penduduk bumi — maka kau dapat belas kasih dari penduduk langit !

Engkau anak2ku, anak masa depan dan aku mencintaimu!

Kalian paling patut dikasihani bila kelak kalian besar mampu mengubah penderitaan menjadi kasih sayang kepada umat manusia dan rasa syukur kepada Tuhan!

Ketika engkau menemukan keindahan dan kebagiaan di
kedalaman relung hatimu, anak2ku, maka saat itulah keagungan cinta kasih Tuhan tercurah kepadamu, yang membuatmu mampu mengarifi penderitaan sekaligus kebahagiaan, dalam satu wadah kehidupan.

Tapi kadang manusia melakukan bunuh diri
untuk membela dirinya !

Besarlah kau, anak2ku, kelak, —- dan lupakan orangtuamu dan kakak2mu yang telah meledakkan diri di gereja — sesungguhnya rumah ibadah agama apapun : tak bisa meledak karena teroris, — kecuali meledaknya amarah Tuhan kepada kalian !

Dilaknati para teroris seperti Tuhan melaknati teroris Iblis yang membuat kakek buyutmu Adam dan Hawa turun ke dunia ini!

Hanya kepada-Mu kami menyembah ya Allah, dan hanya kepada-Mu kami mohon pertolongan

@damarhuda, 15 Mei 2018

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.