Ustadz Arham, Wajah Teduhnya Berilmu

Catatan Parenting Umroh (11)

MEPNews.id —- SALAH satu kunci keberhasilan perjalanan umroh adalah Muthawif. Jika ditinjau dari bahasa, Muthawif adalah istilah berbahasa Arab yang berarti ”seorang yang bertugas sebagai pemandu perjalanan”, atau dalam keseharian kita di Indonesia lebih sering disebut sebagai guide.

Muthawif sangat menentukan kualitas ibadah, kesungguhan membimbing (tidak sekadar mengantar) adalah dambaan semua jamaah yang sedang umroh.

Bersyukur jamaah Umroh Parenting Wardhana kali ini mendapatkan seorang muthawif yang baik, sabar dan berilmu. Dia memahami detail semua ajaran umroh sesuai pedoman dari Rasullullah Muhammas SAW.

Dialah Ahmad Awalularham. Anak muda asal Lombok NTB ini sedang kuliah mencari ilmu. Dan disaat longgar ia menjadi pembimbing jamaah haji dari Indonesia.

“Dia anak baik, tawadlu dan sangat sabar, “tegas Rahmi Aprilawati Dirut Wardhana. “Meski tidak paham bahasa Jawa, tapi dia selalu berusaha menggunakan dialeg Jawa,” tambahnya.

Betul. Selama 9 hari menemani jamaah, ustadz Arham modalnya dua. Sik sik sik…saat ia gunakan sebelum bis berangkat, karena saat menghitung jamaah dan kemudian keluar kalimat berikutnya..wis wis wis….

Karena kedalam ilmunya, Ustadz Arham mampu memandu jamaah dengan detail. Tak membuat jamaah tegang, namun menjadi khusu’ karena membaca doa saat thowaf dan sai sesuai ajaran Nabi. Tidak ada lagi tambahan tambahan.

“Luar biasa ustadz Arham. Ilmunya dalam tapi orangnya baik dan rendah hati,” tegas Pak Suparto Wijoyo, salah seorang jamaah.

“Saya tentram, damai dan khusu’ kalau dibimbing beliau, ” tambah Pak Slamet, jamaah lain.

Cermin Hati

Bagi jamaah, merasakan damai dan tentram saat dibimbing ustadz Arham, ini menunjukkan ilmu dalam yang dimilikinya tidak hanya berhenti hanya menjadi ilmu. Ia mampu mengaliri darahnya, nafasnya dengan ilmu. Bahkan lihatlah wajahnya, anggukan badannya, pelukan kasih sayangnya, semua dialiri dengan ilmu keikhlasan.

Mendapatkan muthawif yang semacam ini tidak mudah. Karena banyak yang hanya asal menjalankan tugas. Pedoman mereka hanya logika, kendaraannya hanya akal. Sehingga tidak menyatu dengan hati jamaah.

Ustadz Arham, adalah contoh nyata. Wajahnya ilmu, sikap tubuhnya ilmu, aliran darah dan nafasnya ilmu. Semoga anak muda ini tetap menjaga sikapnya. Istiqomah. Karena jalan panjang masih jauh harus ia lalui.***

Catatan : Yusron Aminulloh
Penulis, Master Trainer MEP, penggerak literasi nasional dan sahabat para orangtua.

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.