Pendidik Berdana Cukup Mencari Kedudukan Kepala Sekolah

By: Syaifulloh

Penikmat Pendidikan

MEPNews.id —- Kemajuan yang sudah dicapai oleh Indonesia saat ini memiliki fungsi yang besar di dalam pembangunan di segala bidang. Capaian yang terus ditingkatkan sesuai bergulirnya waktu dan tantangan zaman.

Kontribusi pendidikan dalam menyiapkan sumber daya manusia terus diupayakan mencapai level yang tertinggi melalui kebijakan-kebijakan dari Pemerintah dalam hal ini KeMendikbud sebagai leading sektor pendidikan.

Sebagai turunan pelaksana kebijakan di tingkat level bawah, sekolah adalah himpunan terkecil dari pelaksana berbagai macam kebijakan yang disalurkan Pemerintah tanpa henti-henti, sehingga menghafalkan saja sulit karena saking banyaknya aturan baru pengganti aturan lama.

Kepala Sekolah sebagai komponen penting perubahan pendidikan yang diorientasikan kepada pelaksanaan tugas dalam mengelola sesuai dengan Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) sebagai ujung tombak pelaksana berbagai macam peraturan dalam skala implementasi.

Dibutuhkan kepala sekolah yang visioner dalam mengembangkan sekolah. Kepala sekolah yang dapat memahami kebutuhan sekolah secara tepat dan tepat.

Kepala sekolah yang dapat menghimpun berbagai macam kekuatan untuk bersama-sama menguatkan sumber daya sekolah dalam mencapai visi, misi dan tujuan sekolah.

Kepala sekolah yang memahami peran dan fungsinya untuk meningkatkan mutu sekolah yang meningkat setiap tahunnya dari murid-murid di lingkungan sekolah itu.

Sungguh ketika musim politik tiba dalam pusaran kepemimpinan di daerah juga berpengaruh terhadap pemilihan kepala sekolah. Pusaran ini menghasilkan kepala sekolah sesuai dengan kebutuhan kelompoknya.

Kebutuhan untuk menangkap semua peluang yang ada agar diduduki oleh orang sesuai kepentingan sesaat. Kepentingan yang dapat menimbulkan ketidaksinkronan dalam mengelola pendidikan secara profesional.

Kepala sekolah yang melaksanakan profesionalisme kepala sekolah sesuai dengan kepatuhan serta kepatutan kemampuan pengetahuan untuk mendukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan serta siswa di sekolah secara terpadu.

Namun sayangnya dari bahan omongan sekitar kepala sekolah ini banyaklah berita negatif mengenai perekrutan kepala sekolah di setiap pendidkan. Berita seperti kentut, ada baunya tapi sulit untuk dibuktikan yaitu calon kepala sekolah harus membayar uang ratusan juta untuk jadi kepala sekolah http://m.tribunnews.com/amp/metropolitan/2014/06/25/mau-jadi-kepala-sekolah-bayar-hingga-rp-120-juta.

Pendidik berdana besar mencari kedudukan jadi kepala sekolah yang menduduki jabatan kepala sekolah karena memiliki uang untuk meraih kedudukan kepada sekolah itu. Uang panas untuk mencapai kedudukan yang panas.

Bila posisi kepala sekolah diperebutkan dengan menggunakan uang maka bisa dilihat ekses pendidikan di Indonesia ini akan menjadi Presiden buruk dalam implementasi pendidikan di sekolah.

Calon Kepala sekolah yang memiliki kompetensi tinggi akan tersisih oleh calon kepala sekolah yang memiliki kompetensi biasa saja karena memiliki dana yang cukup untuk membayar sesuai permintaan kedudukan kepala sekolah.

Bila proses meraih kedudukan kepala sekolah ini menyebar di banyak daerah di Indonesia dan itu menjadi perlombaan untuk besar-besaran setoran seperti berita di atas, kita bersama-sama menunggu kehancuran pendidikan ini.

Dengan berbagai aturan baru dan pidato berbusa-busa untuk peningkatan kualitas pendidkan tapi kenyataannya calon kepala sekolah yang baik justru tersingkir karena tidak kuat membayar maka sekolah kehilangan calon pemimpin berkualitas. bhttps://m.detik.com/news/berita/d-3389910/jabatan-kepala-sekolah-di-pusaran-kasus-suap-bupati-klaten.

Selamat tinggal kemajuan sekolah karena sekolah dipimpin oleh kepala sekolah yang tidak memiliki kapasitas yang mumpuni jadi kepala sekolah. Karena berdana yang cukup membayar sehingga jadi kepala sekolah.

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.