Dosen UMM Bikin Beras Analog dari Umbi Garut

MEPNews.id – Beras merupakan sumber pangan yang dikonsumsi sebagian besar masyarakat Indonesia. Tahun 2017, Indonesia masih menduduki posisi kedua dunia dengan konsumsi beras 140/kapita. Angka tersebut menunjukkann Indonesia bisa rawan dalam ketahanan pangan nasional. Berangkat dari situ, perlu dilakukan inovasi keanekaragaman untuk membantu ketahanan pangan nasional.

Dr Ir Damat, dosen Fakultas Pertanian dan Peternakan (FPP) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menciptakan inovasi berupa beras analog yang berbahan baku umbi garut. Sejak lama, ia meniliti umbi-umbian terutama garut. Umbi garut merupakan tanaman penghasil glikemik rendah sehingga baik sebagai bahan pengganti beras.

“Jarang orang melirik umbi garut. Padahal, banyak penelitian menyatakan umbi garut memiliki banyak manfaat. Antara lain tingkat glikemiknya rendah sehingga cocok untuk penderita gangguan maag dan diabetes,” jelas dosen kelahiran Malang ini, dikutip situs resmi umm.ac.id 14 Mei 2018.

Maka, diluncurkan beras analog berlabel Beras Garut Kaya Antioksidan (RASGADAN) dan Beras Garut Kaya Bethasianidin (RASGANIN). Dua produk beras analog ini kaya manfaat terutama bagi diabetes mellitus.

RASGADAN dibuat dari campuran pati umbi garut dan buah naga yang kaya antioksidan. “Pemilihan buah naga sebagai bahan campuran ini karena saya mencari bahan yang gampang didapat tapi belum maksimal pemanfaatnya,” kata Damat.

RASGANIN campuran pati umbi garut dengan ekstrak wortel. Produk ini dibuat untuk membantu menurunkan jumlah anak-anak yang Kekurangan Vitamin A (KVA), yang saat ini mencapai 60%. “Beras ini kekuningan,” tutur dosen Ilmu Teknologi Pangan (ITP).

Selain itu, Damat juga mengembangkan produk tepung pati umbi garut ini sebagai campuran pembuatan Roti Fungsional dengan nama dagang UMM Bakery. (nis)

Facebook Comments

POST A COMMENT.