Asam Urat Tak Terkait Risiko Patah Tulang

MEPNews.id – Gout memang memar arthritis karena asam urat yang menyakitkan, tapi tidak terkait peningkatan risiko patah tulang. Demikian hasil penelitian besar yang dipimpin tim dari Keele University di Newcastle, Inggris, yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal dan dirilis EurekAlert! edisi 14 Mei 2018. Hasil ini kontras dengan penelitian sebelumnya, yang menemukan risiko patah tulang lebih tinggi pada orang dengan asam urat.

Gout adalah bentuk radang sangat umum yang disebabkan penumpukan kristal asam urat dalam sendi di antara tulang. Peradangan ini dapat menyebabkan nyeri hebat dan pembengkakan pada sendi. Sangat sering di pangkal jempol kaki, tetapi juga bisa terjadi di sendi lain. Dalam penelitian sebelumnya ditemukan beberapa bukti peradangan kronis dapat meningkatkan risiko patah tulang.

Peneliti dari Keele University melakukan penelitian menggunakan basis data besar perawatan primer di Inggris. Data ini meliputi 31.781 pasien gout yang dibandingkan dengan 12.2961 responden kontrol. Para peneliti mengikuti perkembangan mereka selama 6,8 hingga 13,6 tahun sampai terjadinya diagnosis pertama patah tulang.

Hasil penelitian lama dan besar itu menunjukkan, peluang patah pada orang yang banyak asam urat dan yang biasa-biasa saja ternyata sama saja. Selain itu, obat-obatan untuk menurunkan kadar asam urat pada penderita gout tampaknya tidak bermanfaat atau berdampak buruk terhadap risiko patah tulang dalam jangka panjang.

“Penggunaan responden dari kelompok perwakilan skala nasional memungkinkan temuan studi kami digeneralisasikan. Tidak hanya digeneralisasikan ke seluruh Inggris Raya, tetapi juga ke negara-negara lain dengan sistem perawatan kesehatan yang sama,” kata Dr. Zoe Paskins, dari Arthritis Research UK Primary Care Centre di Keele University, yang menjadi penulis utama penelitian ini.

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.