Akhirnya Mbah Sariyadi Cs Lega

Oleh: Moh. Husen

MEPNews.id —-Kata lega bisa menjadi tidak sopan dimunculkan disaat saudara-saudara kita yang lain terkena musibah peledakan bom bunuh diri. Sekian orang tewas dan semoga syahid secara pandangan dan kalkulasi pertimbangan kemurahan Allah “demi” mengetuk kelaliman hati seluruh manusia, terutama para teroris: hentikanlah teror bom Panjenengan!

Jangankan soal bom, lha wong dendam, fitnah dan dicaci maki orang saja sudah sangatlah mengerikan, apalagi bom. Mau keluar rumah, sekolah, belanja, bahkan tatkala mau menikmati kehangatan ngopi pagi di tepi jalan bisa terancam penuh ketakutan dan kecemasan: jangan-jangan bom mulai berkeliaran dimana-mana.

Namun mohon ijin sejenak, untuk sebentar saja berbelok dari bom, menikmati angin segar persaudaraan yang satu ini, dengan harapan semoga saja membawa berkah maslahat kebaikan bagi kita semuanya.

Setelah dua hari mengembarai cakrawala ruhani dan intelektual, juga stamina fisik, kini Mbah Sariyadi cum suis alias dan kawan-kawannya merasa lega setelah di datangi tamu-tamu dari jauh itu dan bisa ngobrol secara internalan di hari kedua hingga jam 3 dini hari. Bahkan bukan hanya lega, tapi lebih fresh menjalani rutinitas kehidupan sehari-hari mereka kembali dengan bekal ilmu dan hikmah baru.

Mereka mengantarkan ke stasiun tamu-tamu dari jauh yang sudah menyatu bagai “Lek dan Ponakan” saudara sendiri itu dengan hati bahagia, serta berharap lain waktu bisa saling bersua kembali dalam telaga persaudaraan tanpa tepi yang membahagiakan.

Yang menulis Mbah Sariyadi ini sendiri tidak ikut mengantarkan ke stasiun karena ada acara di utara yang harus ia datangi. Sehingga cukup berkirim pesan via ponsel untuk mengiringi perjalanan pulang mereka, semoga selamat sampai tujuan.

Akan tetapi, baru saja pulang dari utara, datang sebuah panggilan telepon untuk mengajak ngopi, disambung menikmati bakso, sambil guyon spontan dalam batin: semoga saja di tempat ngopi dan bakso ini bebas dari bom peluka serta penghancur nyawa manusia dan masa depan kehidupan. Kepada teroris dan jaringannya, mohon hentikanlah, please! (Banyuwangi, 14 Mei 2018)

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.