Murid Berkesulitan Belajar atau Guru yang Berkesulitan Mengajar?

By: Syaifulloh

Penikmat Pendidikan

MEPNews.id — Sudah hal biasa ketika masalah kesulitan belajar menjadi tema diskusi yang sangat menarik oleh guru di hampir seluruh sekolah dan semua jenjang pendidikan. Suatu diskusi rutin untuk mencari akar masalah siswa yang mengalami kesulitan belajar.

Dalam diskusi yang dilakukan oleh guru sudah pasti yang jadi obyeknya adalah muridnya yang dianggap tidak bisa mengikuti pelajaran dan pelajaran yang diikutinya tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM).

Murid yang tidak bisa mengikuti pelajaran rasanya menjadi tersangka utama dari banyak guru untuk mendapat dukungan bahwa murid memang tidak bisa diharapkan untuk bisa mengikuti pelajaran.

Murid, ada yang sudah merasa tidak bisa akhirnya tidak punya motivasi untuk belajar lagi, hanya mengikuti aktivitas bersekolah yang tidak bermakna agar tidak ketinggalan pelajaran. Aktivitas berangkat pagi pulang siang hanya dilakoni supaya tidak dapat absen bolos.

Ada murid karena sudah tidak memiliki motivasi akhirnya dengan berbagai alasan tidak mau masuk sekolah karena sudah berupaya sekuat tenaga untuk mengikuti pelajaran tetapi tetap saja tidak bisa akhirnya merasa minder dan bosan dengan aktivitas sekolah.

Puncak kebosanan murid yang dibungkus dengan ketidakberdayaan dalam mencapai kompetensi yang dibuat oleh guru melalui KKM yang dibuat terlalu tinggi berdasarkan asumsi bukan berdasarkan realita hitungan yang melihat intake siswa secara signifikan.

Murid berkesulitan belajar yang banyak dirapatkan oleh sekolah dengan menggunakan solusi nasehat dari berbagai pihak yang berkepentingan agar bisa selesai masalahnya. Masalah nasehat menasihati yang kadang membuat anak merasa terintimidasi.

Ketika anak mengalami kesulitan belajar ada beberapa faktor penyebab yang perlu digali secara mendalam sehingga bisa diketahui faktor penyebab dengan analisa yang benar dan data yang tepat sehingga diperoleh kesimpulan yang kredibel.

Salah satu yang perlu digali secara mendalam ketika membahas murid yang berkesulitan belajar adalah membuka secara jelas hasil dari supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah kepada guru-guru minimal 1 kali dalam satu semester.

Hasil dari supervisi ini bisa menjadi gambaran proses belajar mengajar yang dilakukan oleh guru apakah sudah melalui pentahapan yang benar.

Apakah guru sudah mengembangkan perangkat pembelajaran tepat dengan kompetensi yang dibutuhkan sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru mengembangkan indikator sesuai dengan taksonomi bloom dalam langkah-langkah berpikir yang tepat.

Apakah guru sudah mengembangkan tujuan pembelajaran sesuai dengan proses pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan menggunakan media dan sumber belajar yang dibutuhkan?

Apakah guru sudah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan pendahuluan yang sesuai dengan langkah-langkah kegiatan yang dirancang dalam RPP?

Apakah guru dalam kegiatan inti sudah mengembangkan materi sesuai dengan kegiatan ceramah, diskusi, belajar individu, kelompok dan berpasangan sehingga segala aspek pembelajaran bisa mengaktifkan semua peserta didik untuk mengikuti kegiatan yang dirancang oleh guru?

Apakah guru sudah merancang penilaian dengan benar dan valid untuk mengukur pencapaian kompetensi?

Dari hasil data supervisi yang dimiliki oleh kepala sekolah akan menjadi bahan diskusi yang sangat bermanfaat di dalam menyelesaikan kesulitan belajar siswa untuk mendapat solusi yang tepat.

Bila kedua data ini bisa dibuka bersama-sama pada forum rapat, maka sekolah akan lebih mudah menyelesaikan masalah yang ternyata menjadi beban turunan yang sulit diselesaikan oleh sekolah.

Guru sudah merasa mengajar dengan benar karena kepala sekolah tidak pernah melakukan supervisi akademik secara rutin sehingga tidak diketahui kekurangan guru di dalam proses belajar mengajar sampai kepada penilaian.

Versi guru, kalau murid tidak bisa karena muridnya memang tidak bisa. Padahal ada data hasil tes psikologi yang bisa digunakan sebagai bahan untuk menyusun intake dalam menyusun KKM serta berbagai kelebihan yang dimiliki oleh siswa.

Kalau murid yang masuk ke sekolah itu sudah menggunakan tes yang standar sesuai kualifikasi yang ditetapkan lalu siswa masih mengalami masalah. Apakah murid berkesulitan belajar atau guru yang tidak bisa mengajar?

Wassalam

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.