Nilai Bisa Menurun Karena Guru Antagonis

MEPNews.id – Meski objektif soal pembelajaran dan penilaian, ‘guru antagonis’ bisa secara tak langsung membuat bisa merusak potensi belajar siswanya. Guru yang menunjukkan sikap bermusuhan, meremehkan siswa tertentu, menunjukkan favoritisme pada siswa tertentu tapi tidak pada siswa yang lain, atau selalu mencela kontribusi siswa tertentu, dapat membuat skor siswa turun.

Menyelidiki pengaruh ‘kelakuan buruk’ guru terhadap pembelajaran siswa, tim ahli komunikasi melakukan eksperimen. Tim ini dipimpin pakar riset statistik media dan komunikasi Alan K. Goodboy PhD dari West Virginia University di Amerika Serikat, bersama San Bolkan dan James P. Baker. Laporan penelitian mereka dimuat Journal of Communication Education edisi online 10 Mei 2018.

Dalam eksperimen, 500 mahasiswa menonton video ceramah. Secara acak, mereka dibagi menjadi dua kelompok. Yang satu, peserta menonton video kuliah dengan kehadiran guru antagonis.  Lainnya, menonton video kuliah standar tanpa antagonisme. Mereka lalu menjawab serangkaian pertanyaan tentang isi kuliah, kemudian menyelesaikan tes pilihan ganda untuk investigasi.

Dengan membandingkan nilai tes dari kedua kelompok, peneliti menemukan kelompok pertama berperforma lebih buruk daripada kelompok kedua. Skor ujian 5% lebih rendah karena mereka tidak menyukai apa yang mereka pelajari. Responden yang menghadapi guru antagonis cenderung kurang berusaha belajar dan tidak mau lagi ambil bagian dalam pelajaran di masa depan jika diajarkan guru itu.

Alan Goodboy menekankan konsekuensi negatif jangka panjang dari kesalahan guru ini terhadap pembelajaran siswa: “Antagonisme meski sedikit, ditambah dengan pengajaran tidak efektif, dapat menurunkan motivasi siswa dan menghambat kesempatan belajar mereka. Jadi, bahkan satu hari buruk guru dalam mengajar dapat merusak persepsi siswa tentang guru itu dan menciptakan hambatan lain yang sebenarnya tidak perlu selama sisa semester.”

Oleh karena itu, guru harus sangat berhati-hati dan harus mencegah perilaku negatif merembes ke dalam kelas.

“Antagonisme dapat masuk ke ruang kelas secara tak terduga dan tiba-tiba, bahkan tanpa sepengetahuan guru itu sendiri. Oleh karena itu kami perlu memastikan para guru masa depan harus lebih siap mengenali kapan antagonisme mungkin mulai merayap. Guru harus waspada pada bagaimana antagonisme mewujudkan diri. Guru harus mengembangkan cara-cara yang lebih positif untuk berinteraksi dengan siswa, bahkan jika ada perselisihan,” kata Goodboy. (*)

Facebook Comments

POST A COMMENT.