Absenisme Vs Produktifisme

MEPNews.id —- Mencermati fenomena yang muncul atas pemberlakuan absensi elektronik, dalam perspektif sosiologis ada 3 madzab yang muncul dipermukaan sebagai dasar bagi pegawai, karyawan, guru PNS atau yang memanfaatkan uang negara.

Madzab 1: sing penting absen
Madzab 2: sing penting mlebu
Madzab 3: kerja produktif

Bagi madzab 1, urusan masuk atau produktif, tidak menjadi ukuran atau dasar seseorang bekerja. Yang penting absensi penuh. Ia bisa saja tidak masuk kerja, tetapi yang terpenting ia pagi~pagi cekloc, urusan kantor atau kelas itu tanggungjawab yang sudah datang. Lalu siang menjelang sore cekloc lagi. Bagi madzab ini yang penting secara administratif sempurna, dan tentu secara nominal juga sempurna. Ini madzab orang yang tidak h
Bertanggungjawab. Jika madzab ini banyak pengikutnya, maka jangan harap kantor memberikan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat. Dan jika terjadi di sekolah, jangan berharap anak didiknya berprestasi atau berkarakter, karena ia berjalan atas dasar kebohongan. Terhadap madzab ini, seseorang harus hati~hati, biasanya orang sepeeti ini cenderung oportunis dan jual tampang, serta kerja tak kan pernah tuntas.

Bagi madzab 2, sing penting mlebu. Ini agak mendingan. Ia masuk, urusan dikantor bekerja atau tidak, disekolah mengajar atau tidak, jika masuk atau mengajar, berhasil atau tidak, memahami bidang kerjanya atau tidak adalah indikator yang ke sekian, yang penting absensi penuh. Orang seperti ini hampir bertipe sama dengan yang pertama, oportunis dan kualitas kerja rendah. Jika madzab ini juga banyak, maka jangan berharap terjadi peningkatan kualitas. Tugas kita berdoa supaya hidayah datang kepadanya. Tetaplah bekerja, kamu atas menerima atas yang kamu usahakan, serta jangan berharap terlalu banyak pada mereka.

Madzab 3 profuktifitas. Bagi yang bermadzab ini penuhnya absen bukan satu~satunya ukuran. Namun ukurannya adalah kejujuran, keseriusan, dan penuh tanggung jawab. Orang ini akan bersedih jika masuk tifak berbuat apa~apa, tidak menghasilkan apa~apa. Baginya bekerja adalah ibadah, maka iapun bersyukur ketika kerjanya berhasil, dan selalu berintropeksi jika menemui kegagalan, serta pantang menyalahkan orang lain. Baginya absensi adalah urusan administratif, yang nilainya hanya 20 persen, bahkan 1 persen. Baginya semua kehidupan baginya sudah ditentukan penciptannya, termasuk urusan rejeki. Maka berbahagialah apabila kantor, sekolah dihuni oleh madzab ini.

Catatan pagi yazid#

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.