Pernah Keguguran? Sering-seringlah Jalan Kaki

MEPNews.id – Sering olahraga terutama berjalan kaki dapat membantu wanita meningkatkan peluang untuk hamil lagi setelah mengalami keguguran. Advis ini hasil penelitian untuk memahami faktor-faktor yang dapat dimodifikasi dari riwayat keguguran. Faktor-faktor ini antara lain aktivitas fisik, termasuk jalan kaki.

Studi dilakukan Lindsey Russo dan penasihatnya Brian Whitcomb, profesor biostatistik dan epidemiologi di Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Ilmu Kesehatan di University of Massachusetts, Amherst, Amerika Serikat. Hasilnya dipublikasikan di jurnal Human Reproduction dan dikabarkan di ScienceDaily edisi 8 Mei 2018.

Respondennya 1.214 wanita sehat berusia 18 – 40 tahun dengan riwayat satu atau dua kali keguguran kehamilan. Dasarnya analisis sekunder dari studi Pengaruh Aspirin dalam Gestasi dan Reproduksi (EAGeR). Penelitian dipimpin Enrique Schisterman dari Eunice Kennedy Shriver National Institute of Child Health and Human Development.

Russo mengatakan, “Salah satu temuan utama kami adalah, tidak ada hubungan menyeluruh antara sebagian besar aktivitas fisik dengan kemungkinan hamil untuk wanita yang pernah satu atau dua kali keguguran. Kecuali, jalan kaki. Jalan kaki ini terkait dengan kemungkinan lebih tinggi untuk hamil di antara wanita yang kelebihan berat badan.”

Whitcomb, yang penelitiannya tentang faktor-faktor penentu kesuburan dan kehamilan biasanya melibatkan penanda biologis tingkat molekuler, menambahkan, “Gaya hidup jelas relevan dengan hasil ini, karena dapat berefek pada tingkat molekuler. Apa yang kita makan dan apa yang kita lakukan adalah faktor potensial yang dapat kita ubah untuk membentuk kesehatan. Jadi, penelitian semacam ini penting karena membantu memberikan informasi tentang hal-hal yang dapat dilakukan seseorang.”

Lebih lanjut, ia mengatakan, “Kami senang dapat menambahkan bukti ilmiah untuk rekomendasi umum tentang aktivitas fisik. Hal ini terutama berlaku untuk berjalan kaki bahkan untuk waktu yang terbatas. Berjalan kaki memiliki potensi besar sebagai perubahan gaya hidup, karena biayanya rendah dan ketersediaannya sangat gampang.”

Untuk 1.214 wanita dalam penelitian ini, hubungan antara berjalan kaki dengan kemampuan hamil lagi (fecundability) bervariasi secara signifikan terkait indeks massa tubuh (BMI). Di antara wanita yang kelebihan berat badan, berjalan kaki setidaknya 10 menit rutin bisa meningkatkan peluang fecundability. Secara statistik, wanita yang lebih dari empat jam seminggu berjalan kaki memiliki kesempatan kehamilan secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan yang tidak beraktivitas kuat. Aktivitas biasa-biasa saja, duduk, dan kategori aktivitas lainnya, tidak terkait dengan fecundability secara keseluruhan atau dalam analisis BMI-stratifikasi.

Russo dan Whitcomb mengatakan, satu temuan yang masih belum jelas adalah asosiasi yang berbeda terkait aktivitas kuat dibandingkan dengan aktivitas intensitas sedang dan rendah. Whitcomb mengatakan, “Kami tidak tahu apa yang membuat aktivitas fisik dengan intensitas tinggi mungkin memiliki efek biologis berbeda daripada berjalan kaki. Penelitian kami tidak bisa memberi cukup rincian untuk mengetahui mengapa kegiatan yang kuat akan bekerja secara berbeda daripada tingkat kegiatan lain.”

Di antara sejumlah catatan yang ditunjukkan peneliti adalah, aktivitas fisik berkaitan dengan perilaku dan faktor gaya hidup lainnya. Wanita yang lebih aktif secara fisik mungkin berbeda dari wanita yang kurang aktif dalam banyak hal. Russo mengatakan, “Kami mencoba melakukan yang terbaik untuk memperhitungkan perbedaan ini secara statistik.”

Para peneliti juga mencatat, generalisasi secara keseluruhan dari karya ini memang terbatas karena populasi penelitian mungkin tidak mewakili populasi umum fecundability. Begitu juga dengan kebiasaan olahraga yang mungkin berbeda pada wanita yang pernah keguguran dibandingkan dengan yang tidak pernah.

Whitcomb mengatakan, studi ini berbeda dari yang lain di bidang yang sama karena respondennya. Eksperimen EAGeR berfokus pada wanita dengan riwayat satu atau dua kali keguguran kehamilan. Namun, ia menambahkan, “Kami senang dapat melakukan penelitian mengingat wanita-wanita ini agak sulit menjadi hamil dan sulit menjaga agar tetap hamil. Kami berusaha memberikan pesan tentang faktor-faktor gaya hidup umum yang mungkin dapat membantu mereka.”

Para peneliti menyimpulkan, “Temuan ini memberikan bukti positif terhadap manfaat aktivitas fisik pada wanita yang berusaha hamil. Khususnya, berjalan kaki bagi yang kegemukan. Namun, studi lebih lanjut tentu diperlukan untuk memperjelas kemungkinan mekanisme bagaimana berjalan kaki dan aktivitas fisik yang kuat dapat mempengaruhi peluang kehamilan waktu ke waktu.”

Baca juga:

Facebook Comments

POST A COMMENT.