UMM Kembali Jadi Kampus Asuh 6 PTS

MEPNews.id – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mendapat kepercayaan sebagai pelaksana Program Perguruan Tinggi Asuh sesuai surat Keputusan Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kementrian Riset dan Teknologi (Kemenristekdikti) RI Nomor 99/b/sk/2018 tentang PT Pelaksana Program Penjamin Mutu. UMM membina lima perguruan tinggi swasta (PTS) di Kopertis Wilayah VII dan satu PTS di kopertis Wilayah VIII.

Menindaklanjuti hal tersebut, sebagaimana dikabarkan situs resmi umm.ac.id, UMM pada 7 Mei 2008 melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman, Sosialisasi, dan Need Assesment Program Asuh PT Unggul Dirjen Belmawa Kemenristekdikti RI dengan enam PT, yakni Universitas Muhammadiyah Surabaya, Universitas Islam Balitar, Universitas Kahuripan Kediri, Akademisi Farmasi Putra Indonesia Malang, Akademi Analisis Farmasi dan Makanan Putra Indonesia Malang, serta Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing Bumigora Mataram.

Wakil Rektor I Prof Dr Syamsul Arifin Msi menyampaikan, UMM dan enam PT asuhan adalah mitra yang saling belajar dan melengkapi. Kedua kalinya mendapat kepercayaan sebagai PT asuhan, Syamsul mengajak seluruh PT mitra untuk saling belajar guna memperbaiki kualitas PT masing-masing. “Terimakasih atas kesediaan bapak ibu bermitra dengan UMM. Mudah-mudahan ke depan kita bisa terus bisa memilihara silaturahmi untuk saling belajar dan memperkuat kualitas PT,”tandasnya.

Membahas lebih peningkatan kualitas PT khususnya dalam bidang akademik, Syamsul menyampaikan ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam kriteria SDM. Pertama, ketersediaan dan ketercukupan. Kedua, kualifikasi. Kualifikasi akademik minimal yaitu tidak ada lagi dosen yang bergelar S1.
“Terakhir, kompetensi. Kompetensi ini dilihat dari jabatan fungsional mulai dari tenaga pengajar, asisten ahli, lektor, lektor kepala sampai guru besar. Selama ini UMM selalu menerapkan keteladan, keseriusan, karena cinta itu membutuhkan sebuah keteladanan. Hal itu penting sehingga membantu mengembangkan perguruan tinggi,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Tinggi Ilmu Bahasa Asing (STIBA) Bumigora Mataram Wiya Suktiningsih MHum menyatakan ingin banyak belajar dari UMM, utamanya mengenai pengetahuan  penjaminan mutu. Selama ini STIBA hanya mengikuti workshop yang sifatnya tidak langsung ke assessment yang dibutuhkan.

“Selain itu, kami berharap dari sini dapat meningkatkan akreditasi STIBA. Kebetulan sampai saat ini akreditasi kami masih C. Kami juga berharap bisa mendapatkan pengetahuan bagaimana caranya untuk berkembang agar bisa seperti UMM nanti,”pungkasnya.
(Humas UMM)

Facebook Comments

POST A COMMENT.