Habis Terang Terbitlah Gelap

Catatan Oase :

MEPNews.id —- Ketika Kartini menggoreskan catatan kegelisahannya, kartini berharap apa yang dilakukannya kelak bisa menjadi jalan terang bagi kegelapan yang dialami kaumnya. Meski menyandang sebagai putri bangsawan, tidak menyurutkan Kartini untuk berjibaku ditengah lumuran ketakberdayaan perempuan pada saat itu. Kartini berupaya menaikkan martabat kaumya dihadapan laki laki. Masih ada anggapan bahwa perempuan tak perlulah mengenyam pendidikan tinggi, perempuan tak lebih berposisi ” swargo nunut neroko katut ” apa kat laki laki.

Masa masa kegelapan itu pelahan tapi pasti bisa disibakkan, perempuan semakin berdaya dengan balutan tata krama yang mewarna. Meski kesempatan belajarnya semakin terbuka lebar menganga, perempuan saat itu tetap menjaga nilai nilai budaya dan agama sebagai kaum perempuan. Tetap harus menghormat suami, melayani dan enjadi teman dalam membagun rumah tangganya. Bagi Kartini perempuan harus cerdas, perempuan harus pandai, perempuan harus tetap peremouan meski menyandang pendidikan dan jabatan yang tinggi, ia ibu dari anak anaknya dan istri bagi suaminya. Sehingga masih ada tugas sebagai istri dan ibu bagi bagi anak anaknya.

Masa masa pencerahan yang dilakukan Kartini, mendatangkan berkah, perempuan semakin berdaya, ruang belajar terbuka lebar, berada dalam posisi yang sama untuk meraih apa yang diinginkan, bagi kartini meski semuanya sudah mendapatkan kesempatan yang sama, tapi perempuan adalah perempuan, tetap harus menjaga kodratinya sebagai sebagai perempuan. Perempuan memgalami masa masa terang.

Menjaga Martabat Menanamkan Nilai

Terang dalam perspektif Kartini adalah ketika nilai nilai yang berlaku sebagai perempuan tetap terjaga meski kesempatan berada dipuncak tetap masih ada. Itu artinya nagi Kartini bahwa menjungkirbalikkan nilai nilai yang sejarusnya berlaku bagi wanita dengan kebebasan yang tak bertanggung jawab, emansipasi tanpa batas adalah kegelapan yang menerpa.

Bagi Kartini, Pendidikan merupakan jalan menempatkan perempuan pada posisi yang sebenarnya. Pendidikan yang dimaknai proses menjadikan tidak tahu menjadi tahu, tertindas menjadi bermartabat, bebas tanpa batas menjadi bertanggung jawab akan membawa kemartabatan perempuan.

Menjadi Ibu Adalah Kemartabatan Tertinggi

Masih ingatkah kita bahwa ibu adalah madrasah bagi anak anaknya. Keberadaan ibu menjadi sangat penting dan strategis ketika berada bersama anak anaknya. Ketika perempuan menjadi ibu, maka dia akan menjadi panutan dan tauladan bagi anak anaknya, dia adalah sekolah bagi anak anaknya.

Sehingga bagi Kartini, perempuan harus berpendidikan, perempuan harus cerdas, perempuan harus pandai dan perempuan harus cerdas adalah sebuah keniscayaan ketika dia menjadi madrasah bagi anak anaknya.

Bagaimana mungkin dia bisa mencerdaskan kalau dia tidak cerdas, bagimana mungkin dia bisa menanamkan nilai nilai kebenaran kalau dia tak tahu nilai nilai kebenaran, bagaimana mungkin dia bisa menyampaikan pengetahuan kalau dia tak berpengetahuan.

Menjadi ibu sejatinya mengantarkan perempuan pada kedudukan yang bermartabat. Larena pada diri ibu itulah kesempurnaan perempuan akan didapat.

Dari Terang Menjadi Gelap

Nilai nilai kemartabatan yang diwariskan Kartini sebagai kaum perempuan, pelahan tapi pasti tergerus oleh semakin berdayanya perempuan. Pendidikan semakin tinggi kadangkala juga membawa pemahaman baru tentang perempuan. Nilai nilai kebebasan menjadi hal baru menempatkan perempuan pada posisinya.

Bagi Kartini, terang adalah ketika perempuan bisa menjaga kodratinya sebagai perempuan, yaitu bertahan dalam nilai nilai budaya yang dianut serta standar keagamaan yang diyakini.

Manusia berbudaya adalah manusia yang bisa menjaga cipta karsa dan rasa. Itu artinya kemartabatan seseorang termasuk didalamnya perempuan adalah ketika mampu mendaya gunakan cipta karsa dan rasanya ditengah tengah modernitas yang dijalaninya.

” Telah terjadi banyak kerusakan didarat dan dilautan, akibat dari perbuatan manusia ” ( Q.S Ar Ruum : 41 )

Assalammualaikum wr wb…selamat pagi selamat menjalankan aktifitas yang berkah dan semoga Allah menempatkan kita pada kemartabatan yang tinggi…aamien

Surabaya, 7 Mei 2018

M. Isa Ansori

Anggota Dewan Pendidikan dan Dosen

Article Tags

Facebook Comments

POST A COMMENT.